Headlines News :
Home » » PM Thailand Seru Semua Partai Upayakan Rujuk

PM Thailand Seru Semua Partai Upayakan Rujuk

Written By Unknown on Minggu, 04 Agustus 2013 | 15.09

Bangkok (Antara/TNA-0ANA) - Pemerintah Thailand akan mengundang berbagai kelompok untuk pertemuan pada pekan depan guna bertukar pandangan, yang dapat menyebabkan reformasi politik dan kemelut berakhir, kata Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.

Dia membuat tawaran dalam upaya nyata untuk mendinginkan suhu politik dan menegakkan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri di Bangkok pada 1-10 Agustus, saat unjuk rasa direncanakan pada 4 Agustus oleh Tentara Rakyat terhadap penguasa Thaksin memrotes debat di parlemen mengenai RUU amnesti dan debat tentatif anggaran belanja pada 7 Agustus oleh Majelis Rendah.

Perdana menteri mengatakan dalam pidato televisi pada Jumat malam bahwa dia dan pemerintah harus tulus dan sabar mempromosikan persatuan di negara itu, untuk membangun suasana rekonsiliasi dan kepercayaan di antara orang-orang dengan pendapat politik yang berbeda.

"Sangat disesalkan bahwa beberapa orang ingin mengatur gerakan mereka di jalan tanpa menerima peraturan demokrasi, dan menikmati kegiatan provokatif dalam rangka untuk menggulingkan pemerintah terpilih dan seruan untuk kudeta," katanya.

Dia mengatakan sebuah forum terbuka akan diluncurkan untuk mengumpulkan pendapat dan masukan dari semua pihak dalam masyarakat untuk bersama-sama mencari penyelesaian bagi negara yang juga diterima secara internasional.

Proposalnya untuk "jalan keluar berkelanjutan bagi Thailand" akan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk pemerintah, senator, partai politik, Front Persatuan untuk Front Demokrasi Melawan Kediktatoran, Aliansi Rakyat untuk Demokrasi, lembaga independen, sektor swasta dan akademisi.

Dia tidak akan berkomitmen jika RUU Amnesti yang kontroversial itu ditarik dari Parlemen tetapi hanya mengatakan akan sampai cambuk pemerintah dan DPR untuk memutuskan.

Dia mengakui bahwa dia prihatin dengan demonstrasi anti-pemerintah dan meminta pengunjuk rasa untuk memanfaatkan forum Parlemen dalam membahas masalah ini.

Wakil Perdana Menteri Pracha Promnok mengatakan pemerintah ketat akan mengikuti prinsip-prinsip universal dalam berurusan dengan demonstran ketika ISA diberlakukan.

ISA ini berlaku di tiga distrik Pomprab Satrupai, Phra Nakhon dan Dusit, di mana gedung-gedung pemerintah utama berada. Para pengunjuk rasa, bagaimanapun, berencana menggelar unjuk rasa di depan Taman Lumpini.

"Kami telah menerima laporan bahwa para pengunjuk rasa telah jelas menyatakan tekad mereka untuk mengadakan unjuk rasa untuk menggulingkan pemerintah. "Itu mengapa kita harus memperkuat penjaga di Gedung Parlemen dan Gedung Pemerintah," katanya.

Juru bicara Demokrat Oposisi Chavanond Intarakomalyasut mengatakan perdana menteri tahu bahwa perdebatan RUU amnesti akan menimbulkan konflik tapi dia siap untuk mengambil risiko dalam upaya untuk menutupi pelaku kriminal termasuk mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.(tp)

Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI