INILAH.COM, Jakarta - Wacana pembubaran Front Pembela
Islam (FPI) setelah bentrok di Lamongan dianggap hanya melukai ormas
Islam itu.
"Kalau setiap kejadian, mewacanakan pembubaran, hanya akan membuat luka bagi lembaga ini. Ketika kita tahu, dia ini gampang sekali luka, harusnya semua pihak menutup luka," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Raihan Iskandar, Jakarta, Selasa (13/8/2013).
Kata Raihan, seluruh pihak sebaiknya meninjau kembali akar masalah. Jika karena sumber penghasilan yang telah tercampur dengan unsur-unsur penyakit masyarakat, seperti prostitusi, tentu hal itu menjadi kewajiban pemerintah.
"FPI lihat ini berbahaya, ini ganggu, ya (pemerintah) relokasilah," tegas anggota Komisi VIII DPR itu.
Untuk kasus bentrok di Lamongan, FPI telah meluruskan kabar yang beredar. FPI tidak memiliki anggota di sana.
"Kalau setiap kejadian, mewacanakan pembubaran, hanya akan membuat luka bagi lembaga ini. Ketika kita tahu, dia ini gampang sekali luka, harusnya semua pihak menutup luka," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Raihan Iskandar, Jakarta, Selasa (13/8/2013).
Kata Raihan, seluruh pihak sebaiknya meninjau kembali akar masalah. Jika karena sumber penghasilan yang telah tercampur dengan unsur-unsur penyakit masyarakat, seperti prostitusi, tentu hal itu menjadi kewajiban pemerintah.
"FPI lihat ini berbahaya, ini ganggu, ya (pemerintah) relokasilah," tegas anggota Komisi VIII DPR itu.
Untuk kasus bentrok di Lamongan, FPI telah meluruskan kabar yang beredar. FPI tidak memiliki anggota di sana.
Sebelumya,
setiap kasus yang melibatkan FPI, wacana pembubaran muncul. Ormas
pimpinan Habib Rizieq Syihab itu diberitakan sebagai organisasi yang
meresahkan masyarakat.
Menurut Raihan, wajar apabila FPI melakukan tindakan keras dalam menindak segala jenis penyakit masyarakat karena terjadi pembiaran.
"Kita kadang lebih merespons kalau konfliknya berat. Ketika masih kecil, dianggap gampang, ketika sudah besar, repot sendiri. Kalau sudah besar begini jangan saling menyalahkan," ucap dia. [rok]
Menurut Raihan, wajar apabila FPI melakukan tindakan keras dalam menindak segala jenis penyakit masyarakat karena terjadi pembiaran.
"Kita kadang lebih merespons kalau konfliknya berat. Ketika masih kecil, dianggap gampang, ketika sudah besar, repot sendiri. Kalau sudah besar begini jangan saling menyalahkan," ucap dia. [rok]
