INILAH.COM, Jember - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui
fraksinya di DPRD Jember, Jawa Timur, menyayangkan masih adanya praktik
prostitusi terselubung di eks lokalisasi Besini, Kecamatan Puger. PKB
menawarkan solusi penyelesaian.
"Kita tidak menutup mata, secara terselubung masih terjadi praktik prostitusi tersebut. Solusi yang perlu dipertimbangkan adalah menghibahkan tanah yang ditempati bertahun-tahun," kata anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa, Ayub Junaidi.
Penerima hibah adalah para pemilik wisma di Besini yang telah bertahun-tahun menempati tanah aset pemerintah kabupaten itu. Dengan demikian, status aset pemda itu menjadi tanah hak milik sesuai komitmen dengan para pemilik wisma.
Setelah ditutup tahun 2007, lokalisasi Besini memicu kehebohan, menyusul meninggalnya salah satu calon legislator pemilu 2014 di sana. Seruan agar pemerintah menertibkan kembali lokalisasi Besini terdengar dari sejumlah pihak. Pemilik wisma sendiri sejak lama menginginkan agar aset pemda di eks lokalisasi bisa dimiliki.
Namun, jauh-jauh hari, Bupati MZA Djalal masih belum berminat melepas aset tersebut."Saya ingat betul dulu, yang membangun rumah di Besini adalah pemerintah daerah. Tanah disiapkan pemda atas usulan Pak Baharuddin Rosyid, anggota DPRD Jember waktu itu," katanya dalam sebuah kesempatan.
Baharuddin, yang pernah menjabat ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Jember, meminta agar lokalisasi dipindahkan ke Puger, karena sebelumnya terletak di Kaliputih, Kecamatan Rambupipuji, yang berdekatan dengan pusat kota. Dekatnya lokalisasi di Kaliputih dengan kota membuat banyak anak muda yang datang ke sana. [beritajatim]
"Kita tidak menutup mata, secara terselubung masih terjadi praktik prostitusi tersebut. Solusi yang perlu dipertimbangkan adalah menghibahkan tanah yang ditempati bertahun-tahun," kata anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa, Ayub Junaidi.
Penerima hibah adalah para pemilik wisma di Besini yang telah bertahun-tahun menempati tanah aset pemerintah kabupaten itu. Dengan demikian, status aset pemda itu menjadi tanah hak milik sesuai komitmen dengan para pemilik wisma.
Setelah ditutup tahun 2007, lokalisasi Besini memicu kehebohan, menyusul meninggalnya salah satu calon legislator pemilu 2014 di sana. Seruan agar pemerintah menertibkan kembali lokalisasi Besini terdengar dari sejumlah pihak. Pemilik wisma sendiri sejak lama menginginkan agar aset pemda di eks lokalisasi bisa dimiliki.
Namun, jauh-jauh hari, Bupati MZA Djalal masih belum berminat melepas aset tersebut."Saya ingat betul dulu, yang membangun rumah di Besini adalah pemerintah daerah. Tanah disiapkan pemda atas usulan Pak Baharuddin Rosyid, anggota DPRD Jember waktu itu," katanya dalam sebuah kesempatan.
Baharuddin, yang pernah menjabat ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Jember, meminta agar lokalisasi dipindahkan ke Puger, karena sebelumnya terletak di Kaliputih, Kecamatan Rambupipuji, yang berdekatan dengan pusat kota. Dekatnya lokalisasi di Kaliputih dengan kota membuat banyak anak muda yang datang ke sana. [beritajatim]
