INILAH.COM, Jakarta - Sejak kembali ditahan di Rutan
KPK, nyanyian Nazaruddin kian nyaring. Beda saat dirinya ditahan di LP
Sukamiskin. Ia sepi dari media, termasuk saat sidak Wakil Menteri Hukum
dan HAM, Nazaruddin luput dari 'amukan' Denny Indrayana. Kini Nyanyian
Nazaruddin seperti mengkonfirmasi kasak-kusuk yang beredar selama ini.
Nazaruddin bernyanyi untuk Cikeas?
Nazaruddin secara
lancar menyebut sejumlah skandal korupsi yang melibatkan elit partai
politik. Ia menyebut ada 11 skandal keuangan negara. Secara terang ia
juga menyebut dua petinggi partai politik yang sama-sama memiliki posisi
penting yakni Setya Novanto, Bendahara Umum Partai Golkar dan Olly
Dondokambey Bendahara Umum PDI Perjuangan.
Setya Novanto dikaitkan
dengan kasus pengadaan E-KTP. Sedangkan Olly Dondokambey disebut
terlibat dalam kasus korupsi pembangunan gedung Kantor Pajak. Bukan
tanpa alasan Nazaruddin menyebut dua petinggi partai tersebut. Ia
mengklaim memiliki bukti keterlibatan kedua politisi parlemen tersebut.
"Yang
saya laporkan tentu saya bukan sekadar melaporkan. Semua bukti-buktinya
sudah saya kasih ke KPK. Apa yang saya laporkan itu saya alami dan saya
jalani," ujar Nazar saat meninggalkan Gedung KPK, Jumat (2/8/2013).
Pernyataan
ini memperkuat pernyataan Nazaruddin sebelumnya. Dengan membawa-bawa
bulan Ramadan, Nazaruddin memastikan apa yang ia sampaikan tidak
dikurangi apalagi ditambahi. Semua sesuai fakta. "Ini bulan puasa, saya
janji pada rakyat Indonesia, saya buka semua yang saya tahu. Saya tidak
mau nambahin dan ngurangin," sebut Nazaruddin, akhir Juli lalu di KPK.
Namun,
sikap Nazaruddin 180 derajat berubah saat ditanya media terkait dengan
keterlibatan keluarga Cikeas, yakni Ibas Yudhoyono dalam skandal
keuangan proyek Hambalang. Ia menjawab, pertanyaan media di luar konteks
pernyataan dia. Ia pun berdalih, saat ini tengah bulan puasa. "Ini
bulan puasa nih, ntar saya buka puasa sore," kelit Nazar.
Dihubungi
terpisah, Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo enggan
menanggapi pernyataan Nazaruddin. Ia menyebut Nazaruddin stres. Ia
mengingatkan Nazaruddin pernyataannya itu justru akan berdampak hukum.
"Tudingan
Nazar itu akan berdampak hukum pada dirinya. Kata peribahasa 'mulut mu
harimau mu'. Dalam proses hukum nanti, kata-katanya akan melawan
kesaksiannya sendiri nanti di hadapan penegak hukum," ujar Bambang dalam
pesan singkat, Jumat (2/8/2017).
Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat
Ramadhan Pohan mengatakan agar masalah hukum diselesaikan di ranah
hukum. "Yang jelas siapa pun kalau nggak bersalah, ya ngapaian takut dan
curiga. Juga siapapun yang bersalah, ya harus bertanggungjawab," sebut
Ramadhan melalui BlackBerry Messenger (BBM) kepada INILAH.COM.
