Headlines News :
Home » » Momentum Pemimpin Minta Maaf dan Perbaikan Diri

Momentum Pemimpin Minta Maaf dan Perbaikan Diri

Written By Unknown on Jumat, 09 Agustus 2013 | 15.28

INILAH.COM, Jakarta - Momentum Idul Fitri sangat relevan bagi para pemimpin untuk introspeksi dan bercermin diri. Adalah sangat baik bila seorang pemimpin meminta maaf kepada rakyatnya di tengah momentum Idul Fitri ini karena dia toh manusia biasa yang bisa khilaf dan salah.

Selain Presiden SBY dan Prabowo dari Gerindra, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, misalnya, menyatakan dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah, seorang pemimpin juga perlu meminta maaf kepada rakyatnya. "Apapun yang namanya pemimpin itu pasti ada salahnya. Banyak kekeliruannya, mungkin dalam membuat kebijakan, mungkin dalam memutuskan sesuatu," kata Jokowi, Kamis (8/8/2013) ini.

Para analis menilai, tipikal pemimpin dengan integritas, rasa tanggung jawab dan kepribadian kuat akan responsif atas derita rakyat sehingga tak segan-segan meminta maaf kepada rakyat jika dirinya merasa berbuat salah.

Menurut Wiliam James psikolog Harvard yang terkenal pada abad 19, kepribadian yang kuat dan mantap dimulai sejak dewasa muda dan ini akan menjadi ciri yang khas dari orang tersebut. Kepribadian adalah pola pikiran, sikap, perasaan dan perilaku yang unik dari seseorang yang menetap dan membuat orang ini spesial serta tidak ada yang seperti dirinya. “Good personality” (kepribadian yang baik) adalah kepribadian yang menyenangkan dan menarik bagi orang lain, yang membuat orang lain merasa nyaman berada di dekatnya.

Para pemimpin yang bertanggung jawab dan kompeten umumnya memilih menjadi diri sendiri. “Jadilah diri sendiri yang otentik dan teruslah berkembang menjadi lebih baik,” ungkap Mario Teguh, seorang motivator.

Dengan menjadi diri sendiri maka keunikan membuat semakin percaya diri. Kepribadian semakin menarik, apalagi ditambah dengan integritas dan sikap yang positif dalam berbagai hal.

Oleh karena itu, Jokowi pun merasa integritas dan kompetensi itu harus terus dijaga sehingga dirinya perlu 
meminta maaf kepada rakyat Jakarta dengan menghampiri rakyat bukan dihampiri rakyat. "Karena yang banyak salah pemimpinnya, jadi ya kami yang datang minta maaf dong, bukan rakyatnya yang ke kami," 
tegas Joko Widodo.

Pada Lebaran hari pertama ini, SBY melakukan open house di istana, demikian halnya para petinggi negara lainnya. Sementara Jokowi mendatangi kampong-kampung di DKI Jakarta sebagai simbol permintaan maafnya kepada warga Jakarta.

Momentum Idul Fitri adalah saat yang tepat bagi pemimpin untuk meminta maaf, dan jangan ragu atau takut untuk itu. Para pemimpin yang bijak dan baik, akan memperbaiki kualitas kinerja dan kepemimpinannya setelah Idul Fitri berlalu, bukan sebaliknya. Tanggung jawab mereka akan diadili di dunia dan di akhirat oleh Yang Maha Kuasa sebagai pertanggungan jawab manusia di hadapan sang Khalik, bukan? [berbagai sumber]
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI