INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional
(PAN) Hatta Rajasa menilai mobil operasional Partai Demokrat yang
terdapat gambar dirinya merupakan kreasi majelis zikir.
"Ada beberapa mobil yang dikelola majelis zikir. Kebetulan saya salah satu dewan pembinanya. Mungkin itu," kata Hatta saat dikonfirmasi di Istana Negara Jakarta, Selasa (13/8/2013).
Hatta menilai tidak ada yang aneh dengan mobil tersebut, meski dirinya bukanlah kader Demokrat. Ia menegaskan tidak ada kaitan mobil tersebut dengan pemilihan presiden nanti.
"Saya tidak melihat ada hal-hal yang negatif segala macam. Mungkin di daerah punya inisiatif," jelas Menko Bidang Perekonomian ini.
Sebagaimana diberitakan, mobil operasional terdapat gambar Hatta Rajasa. Mobil tersebut bertuliskan 'Lanjutkan Pembangunan Bekerja Untuk Rakyat'. Jelas terlihat pada bagian lainnya adalah bendera Demokrat. Namun, di sisi kaca mobil bertuliskan 'HR Lanjutkan! Pembangunan' dengan foto Hatta di sebelahnya.
Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat Jero Wacik mengatakan kendaraan tersebut adalah operasional untuk Pemilihan Wali Kota Bogor.
"Ada beberapa mobil yang dikelola majelis zikir. Kebetulan saya salah satu dewan pembinanya. Mungkin itu," kata Hatta saat dikonfirmasi di Istana Negara Jakarta, Selasa (13/8/2013).
Hatta menilai tidak ada yang aneh dengan mobil tersebut, meski dirinya bukanlah kader Demokrat. Ia menegaskan tidak ada kaitan mobil tersebut dengan pemilihan presiden nanti.
"Saya tidak melihat ada hal-hal yang negatif segala macam. Mungkin di daerah punya inisiatif," jelas Menko Bidang Perekonomian ini.
Sebagaimana diberitakan, mobil operasional terdapat gambar Hatta Rajasa. Mobil tersebut bertuliskan 'Lanjutkan Pembangunan Bekerja Untuk Rakyat'. Jelas terlihat pada bagian lainnya adalah bendera Demokrat. Namun, di sisi kaca mobil bertuliskan 'HR Lanjutkan! Pembangunan' dengan foto Hatta di sebelahnya.
Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat Jero Wacik mengatakan kendaraan tersebut adalah operasional untuk Pemilihan Wali Kota Bogor.
"Itu
pemilukada Bogor. Karena koalisi di Bogor (Demokrat koalisi PAN). Bukan
konvensi," jelas Jero di Jakarta, Minggu (11/8/2013). [rok]
