Headlines News :
Home » » Mencermati Blusukan Presiden SBY & Jokowi

Mencermati Blusukan Presiden SBY & Jokowi

Written By Unknown on Kamis, 08 Agustus 2013 | 08.12

INILAH.COM, Jakarta - Pada Ramadan dan Idul Fitri kali ini, Joko Widodo (Jokowi) sebagai Gubernur DKI blusukan ke tengah masyarakat ibukota, untuk mendengar langsung suara warganya. Presiden SBY juga blusukan ke stasiun kereta, terminal bus hingga pelabuhan. Apa perbedaan dan implikasinya?

Pro-kontra atas blusukan Jokowi dan SBY ini, cukup bergema serta menimbulkan pro-kontra. Sebagian warga masyarakat menilai blusukan Jokowi itu orisinal apa adanya. Sebagian loyalis/penggemar Presiden SBY pun berpendapat SBY melakukan hal yang sama. Jadi, sama-sama bermaksud baik,

Tentu berbeda kalau membandingkan lawatan/blusukan SBY dengan blusukan Jokowi selama Ramadan saat ini dan Lebaran nanti. Dampak dari aksi turun ke bawah oleh kedua orang tersebut memiliki nilai dan makna yang berbeda.

Pertama, blusukan Jokowi dipersepsikan rakyat orisinal, otentik dan tulus. Sementara blusukan SBY masih baru, meski memang sudah turun ke bawah, namun auranya tidak sedahsyat blusukan Jokowi.

Kedua, Jokowi bisa blusukan masuk gorong-gorong got berdiameter 70 cm. Ketiga, Jokowi blusukan dilakukan hampir setiap minggu dengan tujuan menyapa rakyat. Sementara blusukan SBY masih baru dan justru dibaca rakyat untuk mendongkrak citra dan kepentingan tertentu.

Keempat, Jokowi blusukan sebagai bagian dari pekerjaan rutin. SEmentara apa yang dilakukan Presiden tak bisa lepas dari persepsi publik sebagai sebuah pencitraan diri karena belum berhasil dalam memecahkan masalah riil seperti ketidakadilan, marginalisasi ekonomi rakyat, kartelisme dan oligarkisme.

Para analis melihat, blusukan SBY belum mampu mengalahkan pamor blusukan Jokowi, malah sering menjadi pertanyaan publik karena terkesan tak otentik. Blusukan Jokowi tanpa mengenakan baju dinas namun selalu bisa dikenali. Sementara blusukan SBY dengan pakaian resmi. ''Itulah repotnya kalau Pak SBY meniru Jokowi dengan melakukan model blusukan, karena akan dilihat sebagai mengekor, meski sah saja,'' kata pengamat politik Frans Aba MA.

Yang jelas, blusukan SBY pun masih bermanfaat meski tidak berdampak sedahsyat Jokowi. Namun, yang penting adalah SBY harus serius mendengar aspirasi dan kondisi rakyat kemudian meneruskan aspirasi itu.

Mengingat ini Ramadan dan Lebaran, kepada Presiden SBY maupun Jokowi jangan sampai masyarakat ada prasangka buruk, sebab prosesi blusukan kedua sosok itu sedang berjalan, dengan kelebihan dan kekurangan. Semua itu manusiawi, dan ada baiknya publik berempati. [berbagai sumber]
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI