INILAH.COM, Jakarta - Kabupaten Donggala yang terletak 30
Kilometer dari Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu
Kabupaten tertua di Provinsi yang kini dipimpin oleh Longki Djanggola
itu. Namun, ternyata Kabupaten itu miliki sejarah panjang dan layak
untuk menjadi Kota Dunia.
Menurut Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah Asgar Ali Djuhaepa, Donggala yang terletak di Selat Makassar itu, cukup strategis dan dulunya termasuk dalam Jalur Sutra yang terkenal. Aktifitas perdagangan di Pelabuhan Donggala pun cukup ramai disinggahi oleh kapal-kapal dari daerah dan negara lain saat itu.
"Letaknya yang strategis itulah yang memungkinkan jika nantinya Donggala akan menjadi daerah perlintasan kapal-kapal asing. Pasalnya jika Selat Malaka yang mulai ramai, maka alternatif jalur yang harus dilalui adalah Selat Makassar dan Donggala," kata Calon Bupati Donggala itu kepada INILAH.COM, Minggu (4/8/2013).
Saat itu, sambung Ketua DPW PPP Sulawesi Tengah itu, Donggala akan masuk peta perdagangan dunia seperti dahulu. Keuntungan secara ekonomis bakal bisa diraih.
Menurut Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah Asgar Ali Djuhaepa, Donggala yang terletak di Selat Makassar itu, cukup strategis dan dulunya termasuk dalam Jalur Sutra yang terkenal. Aktifitas perdagangan di Pelabuhan Donggala pun cukup ramai disinggahi oleh kapal-kapal dari daerah dan negara lain saat itu.
"Letaknya yang strategis itulah yang memungkinkan jika nantinya Donggala akan menjadi daerah perlintasan kapal-kapal asing. Pasalnya jika Selat Malaka yang mulai ramai, maka alternatif jalur yang harus dilalui adalah Selat Makassar dan Donggala," kata Calon Bupati Donggala itu kepada INILAH.COM, Minggu (4/8/2013).
Saat itu, sambung Ketua DPW PPP Sulawesi Tengah itu, Donggala akan masuk peta perdagangan dunia seperti dahulu. Keuntungan secara ekonomis bakal bisa diraih.
Asgar
mencontohkan, jika satu kapal asing berukuran besar singgah, maka
otomatis mereka butuh persediaan suplay makananan yang cukup dan itu
menjadi peran para petani untuk mensuplaynya.
Kapal itu pun butuhkan bahan bakar yang cukup dan bisa saja mereka merekrut orang lokal Donggal;a jika dianggap cakap. Kru kapal pun butuhkan tempat istirahat untuk melepas lelah seperti fasilitas hotel kelas internasional.
"Untuk itu pembangunan infrastruktur pun perlu dilakukan seperti pembangunan pelabuhan yang layak dan besar dan pembangunan hotel berbintang dan Bandara kelas Internasional yang bisa dibangun di desa Towale yang cukup bagus," kata pasangan Fajar Panggau ini.
Selain itu, pembenahan kekayaan alam dan hasil bumi di Donggala pun sebuah keharusan untuk dilakukan, yaitu memenuhi kualifikasi internasional alias kualitas ekspor. Karena diakui atau tidak, termasuk daerah penghasil coklat yang besar di Indonesia. Tinggal dibenahi sedikit agar memenuhi standar ekspor.
Kapal itu pun butuhkan bahan bakar yang cukup dan bisa saja mereka merekrut orang lokal Donggal;a jika dianggap cakap. Kru kapal pun butuhkan tempat istirahat untuk melepas lelah seperti fasilitas hotel kelas internasional.
"Untuk itu pembangunan infrastruktur pun perlu dilakukan seperti pembangunan pelabuhan yang layak dan besar dan pembangunan hotel berbintang dan Bandara kelas Internasional yang bisa dibangun di desa Towale yang cukup bagus," kata pasangan Fajar Panggau ini.
Selain itu, pembenahan kekayaan alam dan hasil bumi di Donggala pun sebuah keharusan untuk dilakukan, yaitu memenuhi kualifikasi internasional alias kualitas ekspor. Karena diakui atau tidak, termasuk daerah penghasil coklat yang besar di Indonesia. Tinggal dibenahi sedikit agar memenuhi standar ekspor.
Donggala miliki
kekayaan alam yang luar biasa seperti minyak, Gas, emas, tembaga, biji
besi, Mangan, Mica dan sumber daya alam lain. Bukan hanya itu, sektor
pertanian pun Donggala pun kaya seperti penghasil coklat, kopra, cengkeh
dan mempunyai luas lahan untuk pertanian yang subur dan luas.
Disinggung, cara Asgar mewujudkan janjinya yang sedikit muluk itu, dengan mengulas senyum, Asgar mengatakan, jika memang ingin semua itu terwujud, maka rakyat Donggala memilih dirinya bersama Fajar Panggau untuk memimpin Donggala lima tahun mendatang. Ia menggaransi jika dirinya memiliki akses untuk wujudkan semua itu.
"Saya tidak akan gunakan APBD untuk wujudkan semua itu. APBD memang diperuntukkan untuk kepentingan rakyat. Bahkan, APBD akan ditopang dengan meningkatnya kekayaan daerah," tandas Asgar.[man]
