INILAH.COM, Jakarta - Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Handojo
Selamet Mulyadi dan Direktur Eksekutif Partai Demokrat Toto Riyanto
dikabarkan mundur dari jabatan mereka di partai pimpinan Susilo Bambang
Yudhoyono tersebut.
Keputusan mundur itu dilakukan menjelang pelaksanaan konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat. "Bendum (Bendahara Umum) Demokrat yang namanya Handojo, pengusaha Tempo Scan Pacivic mengundurkan diri," ujar sumber kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (6/8/2013).
Mundurnya Handojo, lanjut sumber itu, karena yang bersangkutan tidak ingin berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penjaringan dana untuk konvensi Partai Demokrat nanti. "Mungkin takut dperiksa KPK, Handoyo mundur karena tidak mau terlibat urusan Demokrat yang banyak munafik-munafiknya," ujarnya.
Selain Handojo yang mundur dari posisi Bendum Partai Demokrat, Totok Riyanto juga dikabarkan mundur dari posisinya sebagai direktur eksekutif partai itu.
"Direktur eksekutif Partai Demokrat yang bernama Toto Riyanto juga infonya mengundurkan diri. Kayanya sudah tidak dipercaya lagi," tandas sumber tersebut lagi.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengangkat pemilik perusahaan farmasi Tempo Group, Handojo Selamet Mulyadi, sebagai bendahara umum dalam struktur baru menggantikan Sartono Utomo.
Tempo Group atau PT Tempo Scan Pacific (TSP) adalah perusahaan induk (holding company) yang memiliki beberapa perusahaan farmasi antara lain PT Tempo Scan Pacific , PT Supra Ferbindo Farma, PT Indonesian Pharmaceutical Industries, dan sebagainya.
TSP didirikan pada Mei 1970 dengan nama lama PT Scanchemie, oleh PT Perusahaan Dagang Tempo dan PT Indonesian Pharmaceutical Industries. Produk-produk farmasi yang diproduksi oleh TSP antara lain, Bodrex, Bodrexin, Hemaviton, Hemaviton Jreng, dan sebagainya. [yeh]
Keputusan mundur itu dilakukan menjelang pelaksanaan konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat. "Bendum (Bendahara Umum) Demokrat yang namanya Handojo, pengusaha Tempo Scan Pacivic mengundurkan diri," ujar sumber kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (6/8/2013).
Mundurnya Handojo, lanjut sumber itu, karena yang bersangkutan tidak ingin berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penjaringan dana untuk konvensi Partai Demokrat nanti. "Mungkin takut dperiksa KPK, Handoyo mundur karena tidak mau terlibat urusan Demokrat yang banyak munafik-munafiknya," ujarnya.
Selain Handojo yang mundur dari posisi Bendum Partai Demokrat, Totok Riyanto juga dikabarkan mundur dari posisinya sebagai direktur eksekutif partai itu.
"Direktur eksekutif Partai Demokrat yang bernama Toto Riyanto juga infonya mengundurkan diri. Kayanya sudah tidak dipercaya lagi," tandas sumber tersebut lagi.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengangkat pemilik perusahaan farmasi Tempo Group, Handojo Selamet Mulyadi, sebagai bendahara umum dalam struktur baru menggantikan Sartono Utomo.
Tempo Group atau PT Tempo Scan Pacific (TSP) adalah perusahaan induk (holding company) yang memiliki beberapa perusahaan farmasi antara lain PT Tempo Scan Pacific , PT Supra Ferbindo Farma, PT Indonesian Pharmaceutical Industries, dan sebagainya.
TSP didirikan pada Mei 1970 dengan nama lama PT Scanchemie, oleh PT Perusahaan Dagang Tempo dan PT Indonesian Pharmaceutical Industries. Produk-produk farmasi yang diproduksi oleh TSP antara lain, Bodrex, Bodrexin, Hemaviton, Hemaviton Jreng, dan sebagainya. [yeh]
