VIVAnews - Pakar komunikasi politik, Effendi
Ghazali, mengaku tidak mau digaji sebagai anggota Komite Konvensi Partai
Demokrat, yang akan menyiapkan calon presiden RI untuk berlaga di
Pemilu 2014. Dikenal sebagi pengamat yang kerap bersuara kritis kepada
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Effendi beralasan dirinya menolak
digaji agar bisa menjaga independensi.
"Saya tidak digaji. Ini komitmen. Saya sudah buat surat dan
diserahkan langsung kepada Pak SBY kemarin," katanya di sela-sela rapat
komite di Wisma Kodel, Jakarta, Selasa 13 Agustus 2013.
Sekretaris Komite, Suaedy Marasabesy, mengatakan pihaknya akan
mengupayakan honorarium bagi anggota tim. Sampai saat ini belum
dipastikan besaran dan bagaimana mekanisme pemberian, apakah per bulan
atau per rapat.
"Minimal pengganti biaya transportasi-lah. Kami juga belum bisa
tentukan berapa besarnya. Untuk penyerahan kami sedang pikirkan, entah
bulanan atau tiap rapat. Kami harus hormati para profesional ini," kata
Suaedy.
Suaedy juga mengatakan ia baru akan mengajukan anggaran pada
pengurus partai usai rapat malam ini. "Kita akan bahas dulu semu malam
ini. Baru kita ajukan buat penganggaran ke partai. Kita fokus dulu pada
pembagian kerja dulu malam ini," ujarnya.
Lintas Profesi
Effendi termasuk diantara 17 anggota komite yang rinciannya 7
berasal dari internal partai dan 10 dari eksternal. Komite ini diketuai
Maftuh Basyuni, mantan menteri agama. Eks pimpinan KPK Taufiqurahman
Ruki didaulat menjadi wakil ketua. Politiikus Demokrat Suaedy Marasabesy
menjadi sekretaris dan bendahara dijabat Anggota DPR Andi Timo
Pangerang.
Sedangkan anggota lainnya adalah Sugeng Suryadi, Margiono, T.T
Rahmat, Efenddy Gazali, Christianto Wibisono, Wisnu Wardhana, Humprey R
Djemat dan Charis Ruly. Mereka para profesional yang menjadi anggota
tim.
Sedangkan internal partai yang menjadi anggota tim ada Indrawaty
Sukadis, Didi Irawadi Syamsuddin, Hinca Panjaitan, Putu Suasta dan Vera
Febyanthy. Mereka para pengurus di Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat.
(ren)
