Headlines News :
Home » » Idul Fitri, Indonesia Harus Didaur Ulang

Idul Fitri, Indonesia Harus Didaur Ulang

Written By Unknown on Kamis, 08 Agustus 2013 | 17.36

INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua MPR Hadjriyanto Y Thohari menilai makna Idul Fitri 1434 H bagi Indonesia adalah daur ulang. Daur ulang menuju keaslian Indonesia yang suci.

"Idul Fitri itu artinya kembali kepada "keaslian yang suci" dan atau "kesucian yang asli". Walhasil, Idul Fitri itu sebuah daur ulang atau recycling," ujar Hadjriyanto, Rabu (7/8/2013).

Jelas politisi Partai Golkar ini, puasa dan serangkaian ibadah kebaikan selama bulan Ramadan dipandang dengan harap-harap cemas dapat mendaur-ulang diri kita. Sehingga kembali kepada kesucian yang asli dan keaslian yang suci itu tadi. Itulah pada hakekatnya makna dari kembali kepada fitrah atau fitri itu.

"Pertanyaannya adalah apa relevansi Iedul Fitri dengan ke-Indonesia-an kita sekarang ini? Menurut saya relevansinya terletak pada jawaban atas pertanyaan bisakah Republik Indonesia yang sudah berusia 68 tahun ini kita daur ulang sehingga kembali kepada fitrahnya? Pasalnya, Indonesia kini telah menjadi negara yang kotor karena korupsi, baik korupsi-korupsi residu rezim lama maupun korupsi rezim baru yang jauh lebih berskala masif lagi itu," jelas Hadjriyanto.

Akibat korupsi berskala masif itu, lanjutnya Indonesia yang telah berusia 68 tahun telah menjadi negara yang serba darurat.

"Darurat insfratruktur, darurat transportasi masal, darurat pangan sehingga segala jenis bahan makanan harus import, dan darurat etika dan moral," jelasnya.

Idul Fitri harus mampu membawa Indonesia kembali kepada fitrahnya, kepada jati dirinya yang asli, kepada disaign awal kehidupan kebangsaan sebagaimana tersurat dan tersirat dalam Pembukaan UUD 1945. Indonesia harus didaur-ulang, di-recyling, dikembalikan ke fitrahnya yakni kepada kesucian keindonesiaan yang asli, dan keaslian keindonesian yang suci.

"Indonesia di hari Idul Fitri 1434 H yang bertepatan dengan 68 tahun kemerdekaan ini harus diliputi dan dipenuhi dengan semangat kembali kepada keaslian, kebersihan, dan kesucian. Sebab, Indonesia sudah terlalu kotor dengan korupsi, penyelewengan hukum, dan penyalahgunaan kekuasaan di berbagai tempat dan lini kekuasaan baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif, sebuah gerakan korupsi yang sangat sistematis dan nyaris sempurna," jelasnya. [gus]
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI