INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar)
Aburizal Bakrie tidak menghiraukan kicauan mantan Bendahara Partai
Demokrat M Nazaruddin yang menyebutkan adanya kader Golkar yang menerima
uang guna memuluskan proyek.
"Ah itu kan hanya kicauan saja," kata pria yang akrab disapa Ical saat menghadiri acara open house Presiden SBY di Istana Negara, Kamis (8/8/2013).
Ical pun memilih tak berkomentar ketika wartawan memberondong pertanyaan kemungkinan adanya kader-kader Golkar di legislatif yang terlibat suap terkait pembangunan proyek-proyek tertentu.
Sebelumnya, Terpidana kasus korupsi proyek Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin kembali mengeluarkan ocehan-ocehan terkait keterlibatan beberapa elite anggota DPR dan partai politik dalam kasus korupsi.
Beberapa nama elite parpol yang disebut mantan Bendahara Umum Partai Demokrat adalah Ketua Fraksi sekaligus Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) Olly Dondokambey.
Nazar menuding Setya Novanto terlibat dalam sejumlah kasus salah satunya proyek e-KTP dan kasus pembelian pesawat Merpati M-60. Sedangkan Olly dituding terlibat dalam kasus korupsi pembangunan gedung pajak bersama Teuku Bagus yang saat ini terseret dalam kasus Hambalang. [mvi]
"Ah itu kan hanya kicauan saja," kata pria yang akrab disapa Ical saat menghadiri acara open house Presiden SBY di Istana Negara, Kamis (8/8/2013).
Ical pun memilih tak berkomentar ketika wartawan memberondong pertanyaan kemungkinan adanya kader-kader Golkar di legislatif yang terlibat suap terkait pembangunan proyek-proyek tertentu.
Sebelumnya, Terpidana kasus korupsi proyek Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin kembali mengeluarkan ocehan-ocehan terkait keterlibatan beberapa elite anggota DPR dan partai politik dalam kasus korupsi.
Beberapa nama elite parpol yang disebut mantan Bendahara Umum Partai Demokrat adalah Ketua Fraksi sekaligus Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) Olly Dondokambey.
Nazar menuding Setya Novanto terlibat dalam sejumlah kasus salah satunya proyek e-KTP dan kasus pembelian pesawat Merpati M-60. Sedangkan Olly dituding terlibat dalam kasus korupsi pembangunan gedung pajak bersama Teuku Bagus yang saat ini terseret dalam kasus Hambalang. [mvi]
