INILAH.COM, Jakarta - Setelah melakukan gladi resik upacara 17
Agustus di Istana Negara Jakarta, Kamis (15/8/2013), Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) langsung melakukan evaluasi.
Presiden mengevaluasi sejumlah hal. Seperti pembawa acara, lagu-lagu dan termasuk komandan upacara. Semuanya diminta lebih bersemangat.
Sebelum mengakhiri evaluasi, SBY meminta Ibu Negara Ani Yudhoyono untuk ikut menilai pelaksanaan gladi resik. "Tadi Ibu Negara apa yang disampaikan?" tanya SBY ke bu Ani.
Ani Yudhoyono memberikan kritik khusus ke 'Presiden' (komandan upacara) dalam pelaksanaan gladi resik itu. Presiden yang dimaksud bukan SBY.
Kritikan Ani Yudhoyono ini membuat SBY tertawa. Termasuk sejumlah Menteri yang hadir seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh, Menteri Agama Suryadharma Alie, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono hingga Ketua DPD Irman Gusman.
"Ok, presidennya kurang kenceng suaranya. Padahal sudah periode kedua," kata SBY sembari tertawa. [rok]
Presiden mengevaluasi sejumlah hal. Seperti pembawa acara, lagu-lagu dan termasuk komandan upacara. Semuanya diminta lebih bersemangat.
Sebelum mengakhiri evaluasi, SBY meminta Ibu Negara Ani Yudhoyono untuk ikut menilai pelaksanaan gladi resik. "Tadi Ibu Negara apa yang disampaikan?" tanya SBY ke bu Ani.
Ani Yudhoyono memberikan kritik khusus ke 'Presiden' (komandan upacara) dalam pelaksanaan gladi resik itu. Presiden yang dimaksud bukan SBY.
Kritikan Ani Yudhoyono ini membuat SBY tertawa. Termasuk sejumlah Menteri yang hadir seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh, Menteri Agama Suryadharma Alie, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono hingga Ketua DPD Irman Gusman.
"Ok, presidennya kurang kenceng suaranya. Padahal sudah periode kedua," kata SBY sembari tertawa. [rok]
