INILAH.COM, Jakarta - Partai Golongan Karya (Golkar) menyambangi
kantor pusat PP Muhammadiyah. Dalam kunjungan itu, pengurus Golkar
memamerkan buku tentang visi misi partai menuju 2045.
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakria alias Ical menegaskan cita-cita politik ke depan bakal dicantumkan dalam sebuah buku tentang Indonesia 2045 itu.
"Untuk ke depan Golkar itu membuat satu buku tentang Indonesia 2045," kata Ical dalam perbincangannya dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Jakarta, Selasa (6/8/2013).
Dalam buku itu, kata Ical, partainya meminta masukan dari beberapa universitas negeri ternama di Indonesia sebagai masukan bagi cita-cita kesejahteraan Indonesia.
"Kita minta masukan dari Univeritas Indonesia tentang makro ekonomi dan politik, Universitas Sumatera Utara (USU) kita minta masukan tentang agro pembangunan ekonomi," jelas Ical.
Selain itu, Ical juga meminta dari beberapa univeritas terkait pembangunan teknologi Indonesia ke depan. "Dari ITB Masupan teknologi untuk pembangunan nasional. Universitas Brawijaya kita juga masukan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Din Syamsuddin memotong pemaparan Ical. Sebab, Golkar tidak meminta masukan dari universitas swasta. "Universitas negeri semua ya," tanya Din memotong penjelasan Ical.
Menanggapi hal itu, diakhir penjelasannya, Ical lantas mengaku pernah memberikan ceramah di Universitas Muhammadiyah, Malang.
"Selain itu kita juga pernah berikan ceramah di Universitas Muhammadiyah di Malang. Partai itu bisa berguna jika memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," demikian Ical. [rok]
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakria alias Ical menegaskan cita-cita politik ke depan bakal dicantumkan dalam sebuah buku tentang Indonesia 2045 itu.
"Untuk ke depan Golkar itu membuat satu buku tentang Indonesia 2045," kata Ical dalam perbincangannya dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Jakarta, Selasa (6/8/2013).
Dalam buku itu, kata Ical, partainya meminta masukan dari beberapa universitas negeri ternama di Indonesia sebagai masukan bagi cita-cita kesejahteraan Indonesia.
"Kita minta masukan dari Univeritas Indonesia tentang makro ekonomi dan politik, Universitas Sumatera Utara (USU) kita minta masukan tentang agro pembangunan ekonomi," jelas Ical.
Selain itu, Ical juga meminta dari beberapa univeritas terkait pembangunan teknologi Indonesia ke depan. "Dari ITB Masupan teknologi untuk pembangunan nasional. Universitas Brawijaya kita juga masukan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Din Syamsuddin memotong pemaparan Ical. Sebab, Golkar tidak meminta masukan dari universitas swasta. "Universitas negeri semua ya," tanya Din memotong penjelasan Ical.
Menanggapi hal itu, diakhir penjelasannya, Ical lantas mengaku pernah memberikan ceramah di Universitas Muhammadiyah, Malang.
"Selain itu kita juga pernah berikan ceramah di Universitas Muhammadiyah di Malang. Partai itu bisa berguna jika memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," demikian Ical. [rok]
