REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pengamat Politik Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, pemberantasan mafia
pemilu butuh relawan pemilu yang rela mengawal pemilu agar lebih baik.
Menurutnya, mafia pemilu selama ini bekerja untuk memenangkan pihak
tertentu."Para relawan ini mengawasi pemilu agar pemilu terselenggara
secara free and fair, juga terhindar dari penyimpangan," katanya di Jakarta, Jumat, (2/8).
Bawaslu periode sekarang, kata Siti, sudah dikuatkan kewenangannya.
Tinggal bagaimana mereka melaksanakan tugasnya dengan profesional handal
mengawasi dan mencegah kemungkinan adanya pelanggaran.
Selain itu, saat ini juga sudah terdapat Dewan Kehormatan
Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang siap menjaga etika, dan norma
penyelenggaraan pemilu.
Bila ada penyimpangan yang dilakukan para penyelenggara, terang Siti,
DKPP akan menyidangkan dan memberi penalti. Dengan komposisi lembaga
yang ada yakni, KPU, Bawaslu dan DKPP serta para Relawan Pemilu
diharapkan keempat kekuatan ini bisa menyukseskan Pemilu 2014.
"Kalau ada komisioner KPU melakukan pelanggaran etika, akan masuk ke
ranah DKPP. Pelanggaran hukumnya juga akan diproses secara hukum," ujar
Siti.
Relawan pemilu dan media, lanjut Siti, bisa berkolaborasi mengawasi
pemilu dengan menyebarluaskan info tentang penyimpangan yang dilakukan,
baik KPU maupun Bawaslu.
| Reporter : Dyah Ratna Meta Novia |
| Redaktur : A.Syalaby Ichsan |
