INILAH.COM, Jakarta - Munculnya mobil operasional yang
bergambarkan Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa dengan logo Partai Demokrat
memunculkan spekulasi bahwa Demokrat juga akan mendorong Hatta untuk
maju sebagai Capres lewat konvensi Demokrat.
Menyikapi hal ini, Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Melani Leimena Suharli memastikan munculnya mobil operasional Demokrat bergambarkan Hatta Rajasa tidak terkait dengan konvensi bahkan pencapresan Partai Demokrat.
"Kalau masuk peserta konvensi mungkin tidak tapi untuk menyemangati bahwa ada salah satu partai. Sekaranng satu-satunya partai yang gelar konvensi. Jadi mungkin beliau untuk menyemangati juga bahwa itu merupakan satu kemajuan. Tapi untuk peserta mungkin tidak karena beliau ketua salah satu partai," ujar Melani di Gedung MPR, Senayan, Selasa (13/8/2013).
Menurutnya, meski Hatta merupakan besan dari Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, namun Demokrat tidak akan mengistimewakan dan memaksakan Hatta untuk maju di konvensi Capres 2014.
"Tapi kalau orang yang berpotensi kenapa tidak, biarpun adik, kakak atau siapa saja. Tapi orang itu benat-benar potensi kenapa tidak. Jadi jangan sampai hubungan kekeluargaan menghambat potensi seseorang," jelasnya.
Melani memastikan, konvensi Capres Partai Demokrat tidak akan didasari oleh kedekatan ataupun hubungan internal kader atau tidak. Melainkan penilaian itu akan diserahkan kepada rakyat untuk memilihnya.
"Hasilnya tentu kita mau yang benar-benar fair seperti para pakar dan ilmuwan yang tergabung dalam komite konvensi. Kita liat ada dari pengusaha, pengacara, ilmuwan. Kita liat hasil akhirnya, hasil akhirnya bukan menjadi sesuatu yang bukann direkayasa tapi benar-benar dari bawah," jelasnya lagi.
Lebih lanjut, Melani mengatakan, konvensi Partai Demokrat dibuka secara umum, namun diutamakan bagi tokoh-tokoh yang tidak memiliki jabatan penting di partai politik. Sebab tokoh yang memiliki jabatan penting seperti Hatta Rajasa pasti akan maju sebagai Capres lewat partainya yakni PAN.
"Karena dia mau maju dari partainya sendiri. Tapi kalau dari mantan partai misalnya pak JK bukan menjadi pengurus salah satu partai. Itu kan tidak apa-apa. Dulunya pernah jadi ketum Golkar ikut konvensi demokrat mungkin hal yang wajar. Saya tidak yakin kalau yang masih menjadi pengurus inti dari suatu partai ingin ikut dalam konvensi demokrat," tandasnya.[bay]
Menyikapi hal ini, Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Melani Leimena Suharli memastikan munculnya mobil operasional Demokrat bergambarkan Hatta Rajasa tidak terkait dengan konvensi bahkan pencapresan Partai Demokrat.
"Kalau masuk peserta konvensi mungkin tidak tapi untuk menyemangati bahwa ada salah satu partai. Sekaranng satu-satunya partai yang gelar konvensi. Jadi mungkin beliau untuk menyemangati juga bahwa itu merupakan satu kemajuan. Tapi untuk peserta mungkin tidak karena beliau ketua salah satu partai," ujar Melani di Gedung MPR, Senayan, Selasa (13/8/2013).
Menurutnya, meski Hatta merupakan besan dari Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, namun Demokrat tidak akan mengistimewakan dan memaksakan Hatta untuk maju di konvensi Capres 2014.
"Tapi kalau orang yang berpotensi kenapa tidak, biarpun adik, kakak atau siapa saja. Tapi orang itu benat-benar potensi kenapa tidak. Jadi jangan sampai hubungan kekeluargaan menghambat potensi seseorang," jelasnya.
Melani memastikan, konvensi Capres Partai Demokrat tidak akan didasari oleh kedekatan ataupun hubungan internal kader atau tidak. Melainkan penilaian itu akan diserahkan kepada rakyat untuk memilihnya.
"Hasilnya tentu kita mau yang benar-benar fair seperti para pakar dan ilmuwan yang tergabung dalam komite konvensi. Kita liat ada dari pengusaha, pengacara, ilmuwan. Kita liat hasil akhirnya, hasil akhirnya bukan menjadi sesuatu yang bukann direkayasa tapi benar-benar dari bawah," jelasnya lagi.
Lebih lanjut, Melani mengatakan, konvensi Partai Demokrat dibuka secara umum, namun diutamakan bagi tokoh-tokoh yang tidak memiliki jabatan penting di partai politik. Sebab tokoh yang memiliki jabatan penting seperti Hatta Rajasa pasti akan maju sebagai Capres lewat partainya yakni PAN.
"Karena dia mau maju dari partainya sendiri. Tapi kalau dari mantan partai misalnya pak JK bukan menjadi pengurus salah satu partai. Itu kan tidak apa-apa. Dulunya pernah jadi ketum Golkar ikut konvensi demokrat mungkin hal yang wajar. Saya tidak yakin kalau yang masih menjadi pengurus inti dari suatu partai ingin ikut dalam konvensi demokrat," tandasnya.[bay]
