REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru besar ilmu politik Universitas
Indonesia, Ibramsjah mengatakan, Partai Demokrat mesti bersikap
transparan soal pembiayaan konvensi calon presiden (capres) yang akan
mereka gelar.
Ketidaktransparan hanya akan menambah citra negatif Demokrat di mata publik. “Berapa biayanya, sumbernya dari mana, peruntukannya untuk apa, harus dijelaskan,” kata Ibramsjah ketika dihubungi ROL, Rabu (14/8).
Ibramsjah menyatakan, saat ini mayoritas kadung kecewa dengan Partai Demokrat. Sebab, banyak para pengurus Demokrat yang tersandung persoalan korupsi.
Ketidaktransparan hanya akan menambah citra negatif Demokrat di mata publik. “Berapa biayanya, sumbernya dari mana, peruntukannya untuk apa, harus dijelaskan,” kata Ibramsjah ketika dihubungi ROL, Rabu (14/8).
Ibramsjah menyatakan, saat ini mayoritas kadung kecewa dengan Partai Demokrat. Sebab, banyak para pengurus Demokrat yang tersandung persoalan korupsi.
Menurutnya, sikap tertutup Demokrat dalam hal pembiayaan konvensi
hanya akan menjauhkan partai ini dari cita-cita konvensi.
“Ketidaktrasparanan akan membuat elektabilitas Demokrat makin anjlok,”
ujarnya.
Sebelumnya, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok
memastikan biaya konvensi calon presiden tidak akan besar. Perkiraan
Mubarok dana konvensi hanya sekitar Rp 3,5 miliar. “Ini perkiraan saya. Dan menurut saya tidak besar,” kata Mubarok ketika dihubungi ROL, Rabu (13/8).
| Reporter : Muhammad Akbar Wijaya |
| Redaktur : Karta Raharja Ucu |
