INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat membantah suap
yang diduga untuk Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini untuk pendanaan
konvensi calon presiden (capres).
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menegaskan pihaknya tidak pernah memerintahkan kader untuk mencari dana penjaringan capres.
"Jadi tentunya, berita itu tidak benar, pak SBY sebagai Ketum Demokrat tidak pernah menugaskan. Justru sebaliknya, melarang, tidak ada satu pun kader Demokrat yang mengatasnamakan Demokrat mencari dana," kata Nurhayati di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/8/2013).
Menurutnya, penangkapan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini tidak berkaitan dengan partai. Untuk itu, partainya menyerahkan penyelidikan suap tersebut ke KPK.
"Ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Demokrat. Biarkan proses hukum berjalan, kita yakin KPK akan mengusut tuntas. Saya berharap masyarakat tidak mengkait-katikan dengan Demokrat," tegas Ketua Fraksi Demokrat itu.
Sebagaimana diberitakan, mantan Ketua DPC Cilacap Partai Demokrat Tri Dianto menuding suap untuk Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini untuk pendanaan konvensi calon presiden (capres).
Loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Menteri ESDM Jero Wacik. Sebab, Rudi adalah orang dekat Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.
"Kalau perlu KPK periksa menteri ESDM karena kepala SKK migas adalah orang terdekat menteri ESDM jangan-jangan uang suap itu mau untuk pendanaan konvensi Demokrat," kata Tri melalui pesan singkat yang diterima INILAH.COM, Jakarta, Rabu (14/8/2013). [rok]
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menegaskan pihaknya tidak pernah memerintahkan kader untuk mencari dana penjaringan capres.
"Jadi tentunya, berita itu tidak benar, pak SBY sebagai Ketum Demokrat tidak pernah menugaskan. Justru sebaliknya, melarang, tidak ada satu pun kader Demokrat yang mengatasnamakan Demokrat mencari dana," kata Nurhayati di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/8/2013).
Menurutnya, penangkapan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini tidak berkaitan dengan partai. Untuk itu, partainya menyerahkan penyelidikan suap tersebut ke KPK.
"Ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Demokrat. Biarkan proses hukum berjalan, kita yakin KPK akan mengusut tuntas. Saya berharap masyarakat tidak mengkait-katikan dengan Demokrat," tegas Ketua Fraksi Demokrat itu.
Sebagaimana diberitakan, mantan Ketua DPC Cilacap Partai Demokrat Tri Dianto menuding suap untuk Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini untuk pendanaan konvensi calon presiden (capres).
Loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Menteri ESDM Jero Wacik. Sebab, Rudi adalah orang dekat Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.
"Kalau perlu KPK periksa menteri ESDM karena kepala SKK migas adalah orang terdekat menteri ESDM jangan-jangan uang suap itu mau untuk pendanaan konvensi Demokrat," kata Tri melalui pesan singkat yang diterima INILAH.COM, Jakarta, Rabu (14/8/2013). [rok]
