REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK -- Calon Wakil Gubernur Jawa Timur
Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul melakukan kampanye mewujudkan
kampung bersih di Gresik dan Lamongan, Selasa.
"Ingin hidup bersih, harus diawali dengan lingkungan yang bersih serta hati yang bersih pula," ujarnya sebelum mendeklarasikan kader kampung bersih di Desa Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya berharap warga secara gotong royong dan bekerja sama mewujudkan lingkungan bersih dengan tidak ragu-ragu menanamkan hidup bersih di semua lini, termasuk bersih diri dan hati.
"Warga harus kompak menjaga lingkungan, termasuk kebersihan di kampung. Dari kader bersih inilah dimulai dan diberikan pencerahan ke warga lainnya," kata calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Soekarwo tersebut.
Di tempat yang sama, Gus Ipul menyempatkan halal bihalal bersama ratusan warga. Selain itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut Shalat Dhuhur di Masjid Jami' Al-Ishlah. Hadir juga perangkat desa, termasuk kepala desa setempat.
Sebelum kampanye di Gresik, cawagub nomor urut 1 tersebut juga mendeklarasikan kampung bersih di kawasan Lontar, tepatnya kampung Lempung Surabaya. Di sana, pria kelahiran Pasuruan tersebut menaiki sepeda "onthel" berkeliling kampung sambil menyapa warga.
"Pak, buk, jangan lupa tanggal 29 Agustus pilih nomor satu," teriak Gus Ipul menyapa warga yang berdiri di pinggir jalan.
Di Kampung Lempung, Wakil Gubernur Jatim yang selama masa kampanye mengambil cuti itu sempat berdialog dan mendengar keluhan warga. Beberapa diantaranya tentang masih susahnya lapangan pekerjaan dan belum meratanya saluran air bersih ke semua rumah.
"Terima kasih atas kritik dan saran dari warga. Ke depan, kami memang berkonsentrasi tentang menciptakan lapangan pekerjaan luas yang baru, pemberdayaan UMKM dan reformasi birokrasi untuk melayani warga agar lebih baik," kata Gus Ipul.
Mantan Ketua Umum GP Ansor tersebut juga blusukan ke Pasar Manukan untuk mendengar aspirasi pedagang. Mayoritas pedagang, kata dia, tidak mengeluh tentang harga karena tetap stabil, namun kurang terawatnya pasar membuat transaksi jual beli tidak sesuai harapan.
"Kami tampung semua aspirasi dan bersinergi dengan pemerintah kota untuk menangani ini, apalagi pasarnya masih swadaya masyarakat. Jika kembali dipercaya, Insya Allah kami berbuat lebih dari ini," ujarnya.
"Ingin hidup bersih, harus diawali dengan lingkungan yang bersih serta hati yang bersih pula," ujarnya sebelum mendeklarasikan kader kampung bersih di Desa Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya berharap warga secara gotong royong dan bekerja sama mewujudkan lingkungan bersih dengan tidak ragu-ragu menanamkan hidup bersih di semua lini, termasuk bersih diri dan hati.
"Warga harus kompak menjaga lingkungan, termasuk kebersihan di kampung. Dari kader bersih inilah dimulai dan diberikan pencerahan ke warga lainnya," kata calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Soekarwo tersebut.
Di tempat yang sama, Gus Ipul menyempatkan halal bihalal bersama ratusan warga. Selain itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut Shalat Dhuhur di Masjid Jami' Al-Ishlah. Hadir juga perangkat desa, termasuk kepala desa setempat.
Sebelum kampanye di Gresik, cawagub nomor urut 1 tersebut juga mendeklarasikan kampung bersih di kawasan Lontar, tepatnya kampung Lempung Surabaya. Di sana, pria kelahiran Pasuruan tersebut menaiki sepeda "onthel" berkeliling kampung sambil menyapa warga.
"Pak, buk, jangan lupa tanggal 29 Agustus pilih nomor satu," teriak Gus Ipul menyapa warga yang berdiri di pinggir jalan.
Di Kampung Lempung, Wakil Gubernur Jatim yang selama masa kampanye mengambil cuti itu sempat berdialog dan mendengar keluhan warga. Beberapa diantaranya tentang masih susahnya lapangan pekerjaan dan belum meratanya saluran air bersih ke semua rumah.
"Terima kasih atas kritik dan saran dari warga. Ke depan, kami memang berkonsentrasi tentang menciptakan lapangan pekerjaan luas yang baru, pemberdayaan UMKM dan reformasi birokrasi untuk melayani warga agar lebih baik," kata Gus Ipul.
Mantan Ketua Umum GP Ansor tersebut juga blusukan ke Pasar Manukan untuk mendengar aspirasi pedagang. Mayoritas pedagang, kata dia, tidak mengeluh tentang harga karena tetap stabil, namun kurang terawatnya pasar membuat transaksi jual beli tidak sesuai harapan.
"Kami tampung semua aspirasi dan bersinergi dengan pemerintah kota untuk menangani ini, apalagi pasarnya masih swadaya masyarakat. Jika kembali dipercaya, Insya Allah kami berbuat lebih dari ini," ujarnya.
| Redaktur : Damanhuri Zuhri |
| Sumber : antara |
