TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Partai Hanura telah
mendeklarasikan pasangan Wiranto-Hary Tanoesudibjo sebagai calon
presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2014. Wiranto ketika ditemui di
Gedung DPR/MPR mengatakan deklarasi tersebut mendapat respon positif
dari masyarakat.
Wiranto memastikan keberaniannya mendeklarasikan diri sebagai capres jauh-jauh hari mendapat respon positif dari masyarakat.
"Ada satu keberanian dari satu parpol yang kalah menang itu soal
nanti, paling tidak sudah bangun budaya baru dengan deklarasikan diri
secara dini," kata Wiranto usai menghadiri 40 hari wafatnya Mantan Ketua
MPR Taufiq Kiemas di gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (19/7/2013).
Menurut Wiranto, deklarasi yang dilakukan Hanura merupakan budaya
baru. Ia mengatakan biasanya partai-partai akan mendeklarasikan pasangan
capres-cawapres usai pemilihan legislatif.
"Ada bargaining atau ada pembagian menteri. Saya kira orientasi seperti itu harus kita tinggalkan," jelasnya.
Wiranto mengungkapkan dengan lebih awal mendeklarasikan diri sebagai
pasangan capres-cawapres dia berharap masyarakat sudah bisa menilai
lebih awal, apakah dirinya bersama Hary Tanoesoedibjo layak untuk
dipilih.
"Ini bukan hanya promosi. Tapi, dari awal kami bisa saling memahami,
mengisi dan bekerjasama membangun Indonesia yang lebih baik," tuturnya.
Ketua Umum Hanura itu juga mengaku mulai rajin berkunjung ke
daerah-daerah menjelang Pemilu 2014.
"Saya kan tadi keliling-keliling ke
daerah ketemu kader, rakyat," imbuhnya.
Dia tidak membantah bila yang dilakukannya itu guna konsolidasi
menjaring dukungan setelah resmi mendeklarasikan diri sebagai pasangan
capres-cawapres bersama Hary Tanoesoedibjo. "Begitu juga boleh," katanya
Namun, menteri pertahanan era orde baru itu enggan membeberkan
strateginya untuk memenangkan pertarungan pilpres mendatang."Masak
strategi diumumkan," tutur Wiranto.