INILAH.COM, Jakarta - Konvensi Calon Presiden dari
Partai Demokrat tak lama lagi akan digulirkan ke publik. Komite Konvensi
juga akan diumumkan. Sejumlah tokoh independen menjadi anggota Komite
Konvensi. Untuk politik gincu?
Anggota Komite Konvensi
Partai Demokrat bertambah dari yang semula tujuh orang menjadi 18 orang.
Menurut anggota Dewan Pembina Parrai Demokrat Ahmad Mubarok, Komite
Konvensi akan didominasi tokoh independen. "Banyak tokoh independen, ada
Tjipta Lesmana, Jimly Asshiddiqie, Anis Baswedan dan lain-lain," ujar
Mubarok saat dihubungi di Jakarta, Jumat (26/7/2013).
Masuknya
sejumlah tokoh independen yang dikenal kredibilitasnya ini menarik
perhatian publik. Pasalnya, nama-nama seperti Tjipta Lesmana sebelumnya
dikenal mengkritik keras konvensi Partai Demokrat. "Konvensi Partai
Demokrat itu ibarat sandiwara untuk menunjuk calon presiden mereka yang
akan maju pada pilpres mendatang. Keputusan akan sangat ditentukan oleh
Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono," kata Tjipta Lesmana awal Juli
lalu.
Tjipta menyebutkan dua figur itu adalah Menteri Perdagangan
Gita Wirjawan dan mantan Kepala Staf Angkatan Darat Pramono Edhie
Wibowo. Menurut dia, Gita Wirjawan memiliki keahlian merujuk pada
tugasnya sebagai Mendag RI yang dinilai berhasil.
Namun pendapat
berbeda disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Ia
mengaku baru saja menerima undangan konvensi capres Partai Demokrat.
Menurut dia, tidak ada pengistimewaan terhadap Gita Wirjawan dan Pramono
Edhi Wibowo.
"Tidak ada pengistimewaan terhadap Gita Wirjawan dan
Pramono Edhie. Seumpama ada yang mendukung di internal, itu tidak akan
mempengaruhi hasil survei. Semua peserta akan difasilitasi untuk
sosialisasi. Itu yang disampaikan kepada saya," terang Mahfud di
Jakarta, Jumat (26/7/2013).
Publik menanti tata cara konvensi
Partai Demokrat. Kecurigaan publik masih belum pupus terkait dengan
konvensi Partai Demokrat yang dinilai hanya menjadi panggung politik
untuk memuluskan kandidat yang dielus sang Ketua Umum SBY. Pelibatan
tokoh independen dalam Komite Konvensi seolah menjawab keraguan publik
atas komitmen Partai Demokrat. Kita lihat saja. [mdr]
