VIVAnews - Hingga kini PDI Perjuangan masih belum memutuskan calon yang bakal
diusung dalam Pemilihan Presiden 2014. Dalam beberapa survei yang
dilakukan oleh beberapa lembaga, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang
merupakan kader partai itu, mendapat popularitas tertinggi, bahkan
mengungguli Megawati Soekarnoputri yang merupakan Ketua Umum partai
politik berlambang banteng kekar itu.
Survei Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG) yang terbaru bahkan menyebutkan Jokowi -sapaan Joko Widodo- merupakan tokoh terpopuler 2013 dengan perolehan angka popularitas mencapai 25,48 persen.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, Rabu 24 Juli 2013, menyatakan bahwa hasil survei bukan menjadi satu-satunya acuan partainya dalam mengusung satu nama untuk menjadi calon presiden. Meski begitu, masukan dari hasil survei tetap dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat keputusan di partai.
"Lembaga survei bukan satu alat semata untuk proses pengambilan keputusan partai, tapi nama Jokowi tetap menjadi bagian yang kami pertimbangkan," ujar Tjahjo di Jakarta.
Tjahjo mengakui, PDI Perjuangan cukup bangga nama Megawati masuk dalam peringkat survei, meskipun masih kalah populer dibanding Jokowi. Mengingat bahwa Megawati jarang untuk muncul dalam iklan atau berbicara di media.
Namun Tjahjo menolak berkomentar apakah Megawati akan merestui Jokowi diusung oleh PDI Perjuangan menjadi calon presiden.
Tjahjo yang juga merupakan anggota Komisi I DPR RI ini, mengungkapkan partainya tidak akan terburu-buru untuk mengumumkan nama yang akan diusung menjadi capres. Menurut Tjahjo, banyak yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan satu nama.
"Saya kira, tunggulah waktu yang tepat. Kami mencermati aspirasi masyarakat, bagaimana opini media, dan bagaimana hasil survei baik yang independen atau yang dibuat parpol," kata Tjahjo.
Menjelang pemilihan presiden yang tinggal setahun lagi, menurut Tjahjo, partainya masih harus konsentrasi pada persiapan pemenangan pemilu legislatif terlebih dahulu. Pembenahan internal pun dilakukan terkait beberapa kekurangan yang ada.
PDI Perjuangan, kata Tjahjo, sudah konsisten selama 10 tahun terakhir menjadi partai oposisi yang mengkritisi pemerintahan secara konstitusional melalui parlemen. Maka menyongsong pemilu 2014, PDI Perjuangan akan berupaya maksimal untuk meraih kemenangan.
PDI Perjuangan berharap pada 2014 nanti, pemilihan presiden dapat berlangsung secara fair. "Tidak ada money politic atau adanya intervensi kepentingan negara yang ikut terlibat," kata Tjahjo.
Namun, Tjahjo mengaku tetap optimis bahwa partainya punya kans yang besar untuk memenangkan Pilpres 2014. "Kami harus yakin," kata Tjahjo.
Survei Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG) yang terbaru bahkan menyebutkan Jokowi -sapaan Joko Widodo- merupakan tokoh terpopuler 2013 dengan perolehan angka popularitas mencapai 25,48 persen.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, Rabu 24 Juli 2013, menyatakan bahwa hasil survei bukan menjadi satu-satunya acuan partainya dalam mengusung satu nama untuk menjadi calon presiden. Meski begitu, masukan dari hasil survei tetap dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat keputusan di partai.
"Lembaga survei bukan satu alat semata untuk proses pengambilan keputusan partai, tapi nama Jokowi tetap menjadi bagian yang kami pertimbangkan," ujar Tjahjo di Jakarta.
Tjahjo mengakui, PDI Perjuangan cukup bangga nama Megawati masuk dalam peringkat survei, meskipun masih kalah populer dibanding Jokowi. Mengingat bahwa Megawati jarang untuk muncul dalam iklan atau berbicara di media.
Namun Tjahjo menolak berkomentar apakah Megawati akan merestui Jokowi diusung oleh PDI Perjuangan menjadi calon presiden.
Tjahjo yang juga merupakan anggota Komisi I DPR RI ini, mengungkapkan partainya tidak akan terburu-buru untuk mengumumkan nama yang akan diusung menjadi capres. Menurut Tjahjo, banyak yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan satu nama.
"Saya kira, tunggulah waktu yang tepat. Kami mencermati aspirasi masyarakat, bagaimana opini media, dan bagaimana hasil survei baik yang independen atau yang dibuat parpol," kata Tjahjo.
Menjelang pemilihan presiden yang tinggal setahun lagi, menurut Tjahjo, partainya masih harus konsentrasi pada persiapan pemenangan pemilu legislatif terlebih dahulu. Pembenahan internal pun dilakukan terkait beberapa kekurangan yang ada.
PDI Perjuangan, kata Tjahjo, sudah konsisten selama 10 tahun terakhir menjadi partai oposisi yang mengkritisi pemerintahan secara konstitusional melalui parlemen. Maka menyongsong pemilu 2014, PDI Perjuangan akan berupaya maksimal untuk meraih kemenangan.
PDI Perjuangan berharap pada 2014 nanti, pemilihan presiden dapat berlangsung secara fair. "Tidak ada money politic atau adanya intervensi kepentingan negara yang ikut terlibat," kata Tjahjo.
Namun, Tjahjo mengaku tetap optimis bahwa partainya punya kans yang besar untuk memenangkan Pilpres 2014. "Kami harus yakin," kata Tjahjo.
