Komisi Pemilihan Umum
(KPU) menargetkan tingkat partisipasi yang tinggi di kalangan pemilih
pemula dalam Pemilu 2014. Sejauh ini, KPU mencatat jumlah pemilih pemula
mencapai 30 persen dari keseluruhan pemilih secara luas, yakni 187-189
juta.
"Kami berharap bisa sampai 90 persen yang ikut," kata Ketua KPU, Husni Kamil Manik di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa 23 Juli 2013.
Husni mengungkapkan alasan pemasangan target tinggi tersebut. Menurutnya, karakter para pemilih muda itu mudah dijangkau dan mereka mempunyai akses informasi yang luas.
"Literasinya tidak hanya buku tapi juga media informasi. Ada yang online dan offline. Mereka bisa pilih. Dan mereka kalangan terdidik," ujarnya.
Lebih lanjut, Husni mengaku tidak memiliki catatan mengenai tingkat partisipasi pemilih pemula dari pemilu ke pemilu sejak era reformasi ini.
"Kami berharap bisa sampai 90 persen yang ikut," kata Ketua KPU, Husni Kamil Manik di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa 23 Juli 2013.
Husni mengungkapkan alasan pemasangan target tinggi tersebut. Menurutnya, karakter para pemilih muda itu mudah dijangkau dan mereka mempunyai akses informasi yang luas.
"Literasinya tidak hanya buku tapi juga media informasi. Ada yang online dan offline. Mereka bisa pilih. Dan mereka kalangan terdidik," ujarnya.
Lebih lanjut, Husni mengaku tidak memiliki catatan mengenai tingkat partisipasi pemilih pemula dari pemilu ke pemilu sejak era reformasi ini.
Seperti diketahui, Husni
sebelumnya memaparkan tingkat partisipasi pemilih secara umum terus
menurun sejak pemilu 1999, 2004 sampai dengan 2009 yang lalu.
"Secara spesifik kami nggak ada analisanya ya. Tapi karena mereka merupakan bagian dominan dari kelompok umur pemilih, maka kami memberi perhatian luas pada mereka. Karena hari ini mereka jadi pemilih, besok mereka menjadi sosok yang dipilih. Jadi itu yang harus diperhatikan," urainya.
"Secara spesifik kami nggak ada analisanya ya. Tapi karena mereka merupakan bagian dominan dari kelompok umur pemilih, maka kami memberi perhatian luas pada mereka. Karena hari ini mereka jadi pemilih, besok mereka menjadi sosok yang dipilih. Jadi itu yang harus diperhatikan," urainya.
