Headlines News :
Home » » PPP Usul Ada Survei di Atas Survei Lembaga-lembaga Survei

PPP Usul Ada Survei di Atas Survei Lembaga-lembaga Survei

Written By Unknown on Sabtu, 20 Juli 2013 | 12.52

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Romahurmuziy menegaskan harus adanya survei di atas survei yang dilakukan lembaga survei.
Hal itu menurutnya tak lain agar adanya akreditasi diri lembaga survei yang melakukan survei.

Selain itu, tegas dia, hal yang perlu diatur juga antara lain kualifikasi para peneliti, sampling period, jumlah sampel untuk setiap tingkat kepercayaan, metodologi survey, dan akuntabilitas publikasi yang dilakukan.
Dengan demikian bisa diketahui ke depan, lembaga-lembaga survey yang tidak terakreditasi dapat diabaikan hasilnya. Sementara, lembaga yg terakreditasi, hasil publikasi surveinya bisa diperbandingkan sebagai alat ukur ilmiah.

Lebih lanjut menurutnya, untuk mengembalikan kredibilitas lembaga-lembaga survey yang terpuruk akibat publikasi berlebihan dari lembaga-lembaga abal-abal yang kualitasnya tidak bisa dipertanggungjawabkan, harus ada survey atas tingkat kepercayaan masyarakat terhadap survey.

"Apakah masyarakat percaya kepada survey, atau masyarakat memang tidak pernah percaya. Ini penting sebagai bentuk kejujuran keberadaan lembaga survey yg mengklaim menggunakan metoda ilmiah dalam cara kerjanya," ungkap Romi sapaan Sekjen PPP ini kepada Tribunnews.com, Kamis (18/7/2013).

Hal ini menurutnya penting agar adanya netralitas dan obyektifitas terutama kepada partai politik (parpol) dan figur pemimpin yang disurvei lembaga-lembaga survei.

Sebelumnya, dia katakan, beragamnya hasil beberapa lembaga survei membuat publik bingung. Akibatnya, hasil survei itu dianggap sebagai informasi sampah yang dapat menyesatkan publik.
Menurutnya, akuntabilitas hasil survei seharusnya dapat dipertanggungjawabkan, sehingga publikasinya dapat dijadikan pedoman.

"Sekarang ini, sejalan seringnya publikasi berbeda-beda dari survei yang dilakukan pada periode sampling yang sama, menjadikan hasil survei seperti sampah informasi yang memenuhkan ruang informasi publik," kata Rommy begitu dia akrab disapa, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (17/7/2013).

Indikasi keberadaan lembaga survei sebagai alat pembentuk opini terlihat dari bermunculannya lembaga-lembaga survei secara sporadis dengan berbagai nama. Lembaga survei mestinya menjadi alat analisis saintifik, bukan publikator gosip atau pembentuk opini.

"Sedangkan indikasi rendahnya kualitas survey nampak dari beragamnya hasil survei terhadap satu persoalan yang sama," tegas Rommy.

Untuk itu, Rommy mengimbau agar lembaga survei terakreditasi. Hal itu menurut PPP perlu dilakukan agar hasil survei semakin real.
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI