INILAH.COM, Jakarta - Wasekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) Fahri Hamzah meminta Presiden SBY merenungkan secara dalam
menyikapi aksi bakar diri di depan Istana Merdeka.
Aksi yang dilakukan Sondang Hutagalung, mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) sekaligus aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) merupakan wujud frustasi rakyat.
"Satu sisi kita tetap mau merdeka tapi sisi lain penegakan hukuum dan stabilitas politik gagal menyodorkan kehidupan yang lebih baik di tingkat paling bawah. Kita semua terutama SBY patut tertegun agak lama. Mengheningkan cipta atas kejadian luar biasa ini," seru Fahri, Sabtu (10/12/2011).
Mantan ketua umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ini menambahkan, apa yang dilakukan Sondang adalah bukan tindakan tercela, melainkan perbuatan terhormat.
"Aksi bakar diri ini adalah ekspresi yang sangat luar biasa yang pasti lahir dari kesetiaan kepada perasaan umum," tegasnya. [mah]
Aksi yang dilakukan Sondang Hutagalung, mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) sekaligus aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) merupakan wujud frustasi rakyat.
"Satu sisi kita tetap mau merdeka tapi sisi lain penegakan hukuum dan stabilitas politik gagal menyodorkan kehidupan yang lebih baik di tingkat paling bawah. Kita semua terutama SBY patut tertegun agak lama. Mengheningkan cipta atas kejadian luar biasa ini," seru Fahri, Sabtu (10/12/2011).
Mantan ketua umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ini menambahkan, apa yang dilakukan Sondang adalah bukan tindakan tercela, melainkan perbuatan terhormat.
"Aksi bakar diri ini adalah ekspresi yang sangat luar biasa yang pasti lahir dari kesetiaan kepada perasaan umum," tegasnya. [mah]
