Headlines News :
Home » » Para Tokoh Berebut 'Gelembung' Jokowi

Para Tokoh Berebut 'Gelembung' Jokowi

Written By Unknown on Senin, 22 Juli 2013 | 23.25

INILAH.COM, Jakarta - Nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dari hari ke hari kian kukuh sebagai kandidat presiden terpopuler diiringi pula dengan keterpilihan yang tinggi. Di saat bersamaan, para kandidat berebut figur Jokowi. Mereka berebut 'gelembung' Jokowi?

Figur Jokowi ibarat bubble alias gelembung. Sebagai produk industri media, Jokowi memiliki jangka waktu, yang tentunya berbatas. Jokowi juga cukup sadar, dirinya hanyalah kader biasa di PDI Perjuangan. Maka tak aneh bila ia kerap memberi pesan "Saya kader PDI Perjuangan,". Tak hanya sekali Jokowi memberi pesan seperti itu.

Jokowi sadar, hanya seorang kader, bukan pemilik partai yang tak lain Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Itu merujuk keputusan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) tahun lalu di Bandung, Jawa Barat, yang menyerahkan sepenuhnya urusan kandidat Presiden kepada Megawati Soekarnoputri.

Saat ini, figur Jokowi tengah mekar. Jangan heran, bila figur kandidat presiden menimang nama Jokowi. Sebut saja Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, tak terkecuali Prabowo Subianto. Langkah wajar, meski cenderung terburu-buru. Kenapa terburu-buru? Karena memang nasib Jokowi masih tak jelas di Pemilu 2014 mendatang.

Ibarat balon, Jokowi bisa sewaktu-waktu meletus di tengah jalan. Yang berarti, segala yang dimiliki Jokowi seperti popularitas dan elektabilitas yang saat ini berlimpah ruah, setidaknya versi lembaga-lembaga survei, akan seketika hilang.

Tak ada pintu lain yang dimiliki Jokowi untuk maju dalam kontestasi Pemilu Presiden 2014 mendatang selain dari partai politik. PDI Perjuangan sebagai partai politik yang mengantarkan dirinya hingga di Ibukota Jakarta, menjadi kunci masa depan Jokowi di Pilpres 2014. Lebih tepatnya, tergantung sikap politik dan pandangan Megawati Soekarnoputri.

Belum lagi persyaratan pengajuan capres/cwapres 2014 mendatang yang kemungkinan besar akan mengadopsi persyaratan Pilpres 2009 lalu. Jika tak mengalami perubahan, tak lebih hanya tiga pasang kandidat presiden/wapres yang bakal maju dalam Pilpres 2014 mendatang. Bisa diraba dari partai mana saja yang bisa mengusung kandidat dengan syarat 20 persen suara DPR tersebut?

Pertanyaannya, mengapa para tokoh tersebut berebut gelembung Jokowi? Jawaban yang paling logis untuk saat ini tak lebih agar mendapatkan efek Jokowi yang memang mendapat tempat di publik. Meski perlu digarisbawai, balon yang gelembung suatu saat akan kempes dan meletus. Begitu juga dengan nasib Jokowi. Lebih baik Jokowi fokus bekerja untuk menunaikan Jakarta Baru yang dijanjikan saat Pilkada 2012 lalu. [mdr]
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI