INILAH.COM, Jakarta - Komisi I DPR RI yang membidangi urusan
pertahanan dan luar negeri mengecam keras tindakan militer Mesir yang
melakukan pembantaian terhadap pendukung Presiden terguling Mohamed
Morsi.
Lebih dari 100 orang tewas dalam bentrokan antara pendukung Presiden terguling Mohamed Morsi yaitu Ikhwanul Muslimin dengan tentara sejak Sabtu (27/7/013) dini hari.
"Saya secara pribadi dan pimpinan Komisi I yang sempat berkunjung ke Mesir beberapa bulan yang lalu mengecam keras perbuatan brutal militer atas pendukung Morsi," kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq kepada INILAH.COM, Minggu (28/7/2013).
Dia menyesalkan aksi pembantaian tersebut karena demo dari kelompok Ikhwanul Muslimin adalah aksi damai yang berbalas tembakan karena tentara berpikir sebagai demo tandingan.
Mahfudz mengatakan, atas nama demokrasi, tindakan militer Mesir tersebut tidak dibenarkan. Oleh karenanya, tindakan tersebut harus menjadi perhatian serius dunia yang mendukung demokrasi, termasuk Indonesia.
"Apalagi Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi contoh demokrasi bagi negara-negara di Timur tengah," terangnya. [mvi]
Lebih dari 100 orang tewas dalam bentrokan antara pendukung Presiden terguling Mohamed Morsi yaitu Ikhwanul Muslimin dengan tentara sejak Sabtu (27/7/013) dini hari.
"Saya secara pribadi dan pimpinan Komisi I yang sempat berkunjung ke Mesir beberapa bulan yang lalu mengecam keras perbuatan brutal militer atas pendukung Morsi," kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq kepada INILAH.COM, Minggu (28/7/2013).
Dia menyesalkan aksi pembantaian tersebut karena demo dari kelompok Ikhwanul Muslimin adalah aksi damai yang berbalas tembakan karena tentara berpikir sebagai demo tandingan.
Mahfudz mengatakan, atas nama demokrasi, tindakan militer Mesir tersebut tidak dibenarkan. Oleh karenanya, tindakan tersebut harus menjadi perhatian serius dunia yang mendukung demokrasi, termasuk Indonesia.
"Apalagi Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi contoh demokrasi bagi negara-negara di Timur tengah," terangnya. [mvi]
