INILAH.COM, Jakarta - Peresmian Pondok Pesantren Luhur
At-Tsaqafah Ciganjur, Jagakarsa Jakarta Selatan oleh Ketum DPP PAN Hatta
Rajasa bukanlah politis. Justru, konsep Hatta soal kebangsaan diakui
cukup bagus.
Demikian diakui oleh Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj di lokasi.
"Nggak ada hubungannya (dengan Hatta nyapres). Tadi pidato beliau (Hatta) bagus sekali. Tujuan sama dengan saya, cuma beda redaksi saja. Kalau Pak Hatta secara ilmiah sedangkan saya dicampur-campur," kata Said di Ciganjur, Jakarta, Minggu (28/7/2013).
Akan tetapi, kata Said, isi pidato ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu sama saja maknanya yakni bahwa masyarakat Indonesia harus memiliki karakter ciri khas sendiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Intinya bahwa kita harus punya peradaban karakter jati diri di era modernisasi ini," terang dia.
Sedangkan, Hatta dalam pidatonya mengangkat persoalan fenomena global dan bangsa yang dihadapi sekarang ini. Menurutnya, penting sekali adanya sekolah peradaban untuk bagaimana membentuk manusia berpikir dan berzikir guna menjawab serta merespon tantangan besar ini.
"Jika kita gagal maka kita akan mengalami peradaban yang suram, pendidikan adalah jalan peradaban, sesungguhnya kita tengah membangun peradaban. Pesantren juga seiring akan bertumbuh, karena bukan hanya bangunan yang didirikan tapi sebuah sistem spriritual dan intelektual yang ditanamkan," jelas Menko Perekonomian ini. [gus]
Demikian diakui oleh Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj di lokasi.
"Nggak ada hubungannya (dengan Hatta nyapres). Tadi pidato beliau (Hatta) bagus sekali. Tujuan sama dengan saya, cuma beda redaksi saja. Kalau Pak Hatta secara ilmiah sedangkan saya dicampur-campur," kata Said di Ciganjur, Jakarta, Minggu (28/7/2013).
Akan tetapi, kata Said, isi pidato ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu sama saja maknanya yakni bahwa masyarakat Indonesia harus memiliki karakter ciri khas sendiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Intinya bahwa kita harus punya peradaban karakter jati diri di era modernisasi ini," terang dia.
Sedangkan, Hatta dalam pidatonya mengangkat persoalan fenomena global dan bangsa yang dihadapi sekarang ini. Menurutnya, penting sekali adanya sekolah peradaban untuk bagaimana membentuk manusia berpikir dan berzikir guna menjawab serta merespon tantangan besar ini.
"Jika kita gagal maka kita akan mengalami peradaban yang suram, pendidikan adalah jalan peradaban, sesungguhnya kita tengah membangun peradaban. Pesantren juga seiring akan bertumbuh, karena bukan hanya bangunan yang didirikan tapi sebuah sistem spriritual dan intelektual yang ditanamkan," jelas Menko Perekonomian ini. [gus]
