REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo
mengaku sudah bertemu dengan preman yang menjadi beking keberadaan
pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Tanah Abang. Selama ini, oknum
tersebut dinilai sebagai penyebab sulitnya penataan PKL di Tanah Abang.
Jokowi mengatakan, keberadaan oknum-oknum yang bermain itu
menyebabkan penataan PKL menjadi sulit. Sebab, mereka (oknum), kata
Jokowi telah menerima uang dari para PKL. "Ini baru kita urus semuanya.
Sudah ketemu premannya siapa, RW-nya siapa, sudah ketemu," ujar Jokowi
di Balaikota, seperti dilansir situs beritajakarta.
Saat ini, sambung Jokowi, pihaknya masih mengidentifikasi keberadaan
oknum tersebut. "Kita baru identifikasi siapa-siapa yang terlibat di
situ, entah preman atau RW. Kita pastikan dulu, baru nanti tindakannya
lihat tanggal mainnya," kata Jokowi.
Dia optimis jika penataan di kawasan Tanah Abang bisa dilakukan,
meski dilakukan secara bertahap. Nantinya, kata Jokowi, para PKL akan
dipindahkan ke Blok G setelah jembatan yang dijanjikan rampung dibangun.
Sehingga jalan yang ada dibisa dimaksimalkan penggunaannya. "Semua
jalan yang ada disitu digunakan. Sistem push and pull, jadi artinya
tidak mungkin jalan digunakan untuk berjualan, karena dipakai untuk arus
lalu lintas," katanya.
| Redaktur : Endah Hapsari |
