INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat masih belum yakin terhadap hasil Lembaga Survei Nasional (LSN).
"Ah, tapi masa enggak, (survei) IRC (Indonesia Research Centre) juga menyatakan bahwa justru Demokrat nomor dua sekarang," ujar Ketua Harian DPP Demokrat Syarif Hasan di JCC, Jakarta, Rabu (17/7/2013).
Syarif tidak mempersoalkan hasil survei siapapun. Termasuk LSN yang menempatkan Demokrat di bawah Gerindra dan Hanura di urutan ketiga dan keempat. Di posisi pertama dan kedua ada Golkar dan PDI Perjuangan.
"Boleh-boleh saja. Semakin banyak survei kan semakin bagus. Kita tinggal melihat, yang mana yang bisa kita jadikan pegangan, yang mana yang tidak usah jadi pegangan," jelas Syarif.
Survei LSN tidak dijadikan patokan bahwa Demokrat makin merosot. "Kalau informasi itu kan hanya sebagai informasi saja. Nah nanti kita lihat, mana informasi yang bisa kita pakai, mana yang tidak bisa dipakai," ucap Menteri Koperasi dan UKM ini. [rok]
"Ah, tapi masa enggak, (survei) IRC (Indonesia Research Centre) juga menyatakan bahwa justru Demokrat nomor dua sekarang," ujar Ketua Harian DPP Demokrat Syarif Hasan di JCC, Jakarta, Rabu (17/7/2013).
Syarif tidak mempersoalkan hasil survei siapapun. Termasuk LSN yang menempatkan Demokrat di bawah Gerindra dan Hanura di urutan ketiga dan keempat. Di posisi pertama dan kedua ada Golkar dan PDI Perjuangan.
"Boleh-boleh saja. Semakin banyak survei kan semakin bagus. Kita tinggal melihat, yang mana yang bisa kita jadikan pegangan, yang mana yang tidak usah jadi pegangan," jelas Syarif.
Survei LSN tidak dijadikan patokan bahwa Demokrat makin merosot. "Kalau informasi itu kan hanya sebagai informasi saja. Nah nanti kita lihat, mana informasi yang bisa kita pakai, mana yang tidak bisa dipakai," ucap Menteri Koperasi dan UKM ini. [rok]
