INILAH.COM, Sanur - Made Mangku Pastika menjadi anggota Dewan Pembina Partai Demokrat (PD).
"Ya pak Mangku Pastika sudah resmi menjadi dewan pembina di Partai Demokrat," ujar anggota Dewan Pembina PD Jero Wacik di Sanur, Bali, Senin (22/7/2013).
Selain Pastika, dua anggota baru lainnya, yakni mantan Ketua Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (purnawirawan) Pramono Edhie Wibowo dan mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf.
Tidak semua kader Demokrat bisa masuk dewan pembina. Pastika pernah menjadi kepala kepolisian daerah (kapolda), dan saat ini menjadi gubernur Bali.
Ketokohan Pastika juga dikenal masyarakat dunia. Dalam kasus bom Bali I pada 2002, ia menjadi ketua tim investigasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
"Kalau di tentara, yang bisa jadi tokoh itu tentara bintang dua, bintang tiga, hingga bintang empat. Juga menteri seperti saya ini, juga bisa jadi pembina," ucap Jero.
Jero menegaskan, tugas partai tidak mengganggu kerja Pastika sebagai gubernur. Sebab, dewan pembina tidak rapat setiap hari.
"Paling setahun (rapat) beberapa kali, dan bisa digilir. Dengan menjadi dewan pembina, pak Mangku sekarang sudah menjadi kader Demokrat," ucapnya. [rok]
"Ya pak Mangku Pastika sudah resmi menjadi dewan pembina di Partai Demokrat," ujar anggota Dewan Pembina PD Jero Wacik di Sanur, Bali, Senin (22/7/2013).
Selain Pastika, dua anggota baru lainnya, yakni mantan Ketua Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (purnawirawan) Pramono Edhie Wibowo dan mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf.
Tidak semua kader Demokrat bisa masuk dewan pembina. Pastika pernah menjadi kepala kepolisian daerah (kapolda), dan saat ini menjadi gubernur Bali.
Ketokohan Pastika juga dikenal masyarakat dunia. Dalam kasus bom Bali I pada 2002, ia menjadi ketua tim investigasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
"Kalau di tentara, yang bisa jadi tokoh itu tentara bintang dua, bintang tiga, hingga bintang empat. Juga menteri seperti saya ini, juga bisa jadi pembina," ucap Jero.
Jero menegaskan, tugas partai tidak mengganggu kerja Pastika sebagai gubernur. Sebab, dewan pembina tidak rapat setiap hari.
"Paling setahun (rapat) beberapa kali, dan bisa digilir. Dengan menjadi dewan pembina, pak Mangku sekarang sudah menjadi kader Demokrat," ucapnya. [rok]
