Mungkin selama ini banyak isu-isu yang menyatakan bahwa, Partai Bulan
Bintang adalah Partai yang tujuan akhir perjuangannya adalah untuk
Merubah negara Indonesia menjadi Negara Islam. Isu-isu ini terus
berkembang dan terus dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak
menginginkan PBB ada di Indonesia, tidak Ingin Partai ini menjadi Partai
yang mempunyai banyak pendukung dan tidak ingin Partai ini menjadi
Partai pemenang Pemilu.
Bicara mengenai Negara kesatuan Repubik Indonesia, bagi MS. Kaban NKRI adalah Harga mati, tidak ada lagi tawar menawar. beliau mengatakan bahwa tidak boleh ada tawar menawar, karena negara kesatuan Republik Indonesia ini adalah hasil jerih payah daripada para Ulama-ulama dan para pejuang-pejuang kita dimasa lalu. mereka mengorbankan semuanya. harta benda, keluarga dan nyawa mereka korbankan, hanya untuk kemerdekaan Indonesia.
Kaban Menjelaskan bahwa pada proses kemerdekaan tahun 1948 , Negara ini pecah menjadi RIS , Republik Indonesia Serikat. dimana ada yang namanya negara pasundan, ada negara kalimantan dan sebagainya. saat itu Bpk. DR. Muhammad Natsir melakukan Mosi integrasi. yaitu penyatuan antara Negara RIS menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan pada saat penyatuan tersebut, tidak ada sebutir pelurupun meledak. ini adalah sebuah prestasi dari Tokoh Islam dalam mempersatukan Indonesia tanpa pertumpahan darah, tanpa meledakkan mesiu.
"lihatlah di Mesir. Militer di mesir belum ikhlas menerima kemenangan sipil, kemenangan masyarakat. Seharusnya Militer di mesir, jenderal-jenderal mesir belajar kepada Jenderal-Jenderal di indonesia, karena di Indonesia ini Alhamdulillah betul-betul sudah dewasa dan betul-betul profesional dan TNI kita ini sangat menghargai betul proses demokrasi. bagi TNI yang penting kita jangan merubah NKRI. Jadi NKRI tidak ada tawar menawar !." Kata MS. Kaban pada acara Buka Puasa Bersama di kediamannya (30/7/2013)
Bicara mengenai Negara kesatuan Repubik Indonesia, bagi MS. Kaban NKRI adalah Harga mati, tidak ada lagi tawar menawar. beliau mengatakan bahwa tidak boleh ada tawar menawar, karena negara kesatuan Republik Indonesia ini adalah hasil jerih payah daripada para Ulama-ulama dan para pejuang-pejuang kita dimasa lalu. mereka mengorbankan semuanya. harta benda, keluarga dan nyawa mereka korbankan, hanya untuk kemerdekaan Indonesia.
Kaban Menjelaskan bahwa pada proses kemerdekaan tahun 1948 , Negara ini pecah menjadi RIS , Republik Indonesia Serikat. dimana ada yang namanya negara pasundan, ada negara kalimantan dan sebagainya. saat itu Bpk. DR. Muhammad Natsir melakukan Mosi integrasi. yaitu penyatuan antara Negara RIS menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan pada saat penyatuan tersebut, tidak ada sebutir pelurupun meledak. ini adalah sebuah prestasi dari Tokoh Islam dalam mempersatukan Indonesia tanpa pertumpahan darah, tanpa meledakkan mesiu.
"lihatlah di Mesir. Militer di mesir belum ikhlas menerima kemenangan sipil, kemenangan masyarakat. Seharusnya Militer di mesir, jenderal-jenderal mesir belajar kepada Jenderal-Jenderal di indonesia, karena di Indonesia ini Alhamdulillah betul-betul sudah dewasa dan betul-betul profesional dan TNI kita ini sangat menghargai betul proses demokrasi. bagi TNI yang penting kita jangan merubah NKRI. Jadi NKRI tidak ada tawar menawar !." Kata MS. Kaban pada acara Buka Puasa Bersama di kediamannya (30/7/2013)
68 tahun Indonesia merdeka , memang kekuatan politik Islam belum pernah Unggul, belum pernah menang. Tahun 1955 saja Partai Islam masih kalah. Jadi Islam itu secara politik di indonesia itu belum pernah menang. sekarang ini partai politik Islam itu dipukul rata semua oleh media. Seakan-akan semua partai politik Islam itu buruk, tidak laku dan sebagainya.
"Kalau cerita nasionalis dan Islam, partai-partai nasionalis yang
sekuler bisa kita lihat, Golkar dulu pernah 78%, tau-tau sekarang
tinggal 15%. . Jadi golkar itu dari besar ke kecil, kalau PBB kecil
nanti besar.... Insya Allah" kata Kaban.
Mengenai Tujuan perjuangan Partai Bulan Bintang , jelas sudah bahwa PBB
tidak akan pernah merubah NKRI menjadi Negara Islam, seperti yang selama
ini dihembuskan. karena Bagi PBB NKRI adalah harga mati yang tidak bisa
ditawar-tawar lagi.
Akan tetapi ketika ditanya mengenai siapakah Presiden yang akan memimpin negara kita ini kedepan, Kaban Mengatakan
"Kalau PBB melihat Yusril itu cocok, dia ahli Tatanegara artinaya bisa me NOTONEGORO, dia punya kapasitas, punya pengalaman , punya ketegasan dan sebagainya . tapi apakah rakyat mendukung partai bulan bintang?"
"Kalau PBB melihat Yusril itu cocok, dia ahli Tatanegara artinaya bisa me NOTONEGORO, dia punya kapasitas, punya pengalaman , punya ketegasan dan sebagainya . tapi apakah rakyat mendukung partai bulan bintang?"
Mari dukung PBB, agar PBB bisa berbuat banyak untuk memperbaiki kondisi
bangsa ini yang semakin carut-marut dengan mengedepankan Keadilan dan
Kepastian hukum di negara ini.
