INILAH.COM, Denpasar - Berdasarkan hasil survei Saiful Mujani
Research and Consulting (SRMC), terungkap bawah warga Bali yang tidak
menggunakan hak suaranya alias golput sebesar 26,33 persen.
Peneliti SMRC, Denny Irvani menegaskan jika tingkat partisipasi warga untuk memilih tertinggi diraih Kabupaten Tabanan sebesar 84,3 persen, diikuti Kabupaten Bangli sebesar 81,8 persen.
Sementara untuk partisipasi terendah ditempati Kabupaten Buleleng sebesar 63,2 persen diikuti Kota Denpasar sebesar 65,02 persen. "Rendahnya partisipasi ikut menentukan perolehan suara masing-masing kandidat," ujar Denny, dalam keterangan resmi di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Rabu (15/5/2013).
Denny memaparkan jika kandidat nomor urut 1 yang diusung PDIP, Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) unggul tipis dari kandidat nomor urut 2 yang diusung koalisi Golkar-Demokrat dan tujuh partai lainnya, Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (Pasti-Kerta). "PAS unggul tipis dengan perolehan suara 50,31 persen. Sementara Pasti-Kerta memperoleh suara 49,69 persen," tegasnya.
Hasil itu, kata Denny didapat dari sampel 400 TPS dengan metode rundom sampling. Sedangkan untuk tingkat partisipasi sebesar 73,67 persen, dengan margin eror 1 persen. Dari data itu, PAS menang telak di Tabanan, Denpasar, Gianyar, Jembrana dan Bangli. Sementara Pasti-Kerta menang di Buleleng, Karangasem, Badung dan Klungkung. [tjs]
Peneliti SMRC, Denny Irvani menegaskan jika tingkat partisipasi warga untuk memilih tertinggi diraih Kabupaten Tabanan sebesar 84,3 persen, diikuti Kabupaten Bangli sebesar 81,8 persen.
Sementara untuk partisipasi terendah ditempati Kabupaten Buleleng sebesar 63,2 persen diikuti Kota Denpasar sebesar 65,02 persen. "Rendahnya partisipasi ikut menentukan perolehan suara masing-masing kandidat," ujar Denny, dalam keterangan resmi di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Rabu (15/5/2013).
Denny memaparkan jika kandidat nomor urut 1 yang diusung PDIP, Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) unggul tipis dari kandidat nomor urut 2 yang diusung koalisi Golkar-Demokrat dan tujuh partai lainnya, Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (Pasti-Kerta). "PAS unggul tipis dengan perolehan suara 50,31 persen. Sementara Pasti-Kerta memperoleh suara 49,69 persen," tegasnya.
Hasil itu, kata Denny didapat dari sampel 400 TPS dengan metode rundom sampling. Sedangkan untuk tingkat partisipasi sebesar 73,67 persen, dengan margin eror 1 persen. Dari data itu, PAS menang telak di Tabanan, Denpasar, Gianyar, Jembrana dan Bangli. Sementara Pasti-Kerta menang di Buleleng, Karangasem, Badung dan Klungkung. [tjs]
