Payakumbuh, Padek—Hasil
survei Quantum Vote Indonesia terhadap partai politik pilihan warga
Payakumbuh jika Pemilu digelar April 2013, menimbulkan pro dan kontra di
kalangan pengurus maupun kader partai politik.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Adi Suryatama yang berkunjung ke perwakilan Padang Ekspres Payakumbuh Rabu (1/5) sore, mengapresiasi usaha tokoh-tokoh muda berpotensi, dalam menggelar survei terhadap partai politik.
"Hanya saja, dalam pelaksanaan
survei, tentu harus ada indikator yang jelas dan bagaimana
mempertanggungjawabkan kompetensi. Karena itu, kami melihat, dalam
hasil survei Quantum Vote Indonesia, ada upaya penggiringan terhadap
pembentukan opini publik," kata Adi Suryatama.
Upaya inilah yang dinilai DPC
Partai Demokrat Payakumbuh kurang fair. "Apalagi, Pemilu masih setahun
lagi. Walau demikian, kami tetap melihat hasil survei ini sebagai
evaluasi diri dan meningkatkan motivasi dalam mengawal program-program
prorakyat," ujar Adi.
Terpisah, Sekretaris DPC Partai
Hanura Payakumbuh Taufik menilai, hasil survei partai politik yang
dirilis Quantum Vote Indonesia, mengarahkan opini masyarakat, untuk
mendukung partai politik tertentu.
Kendati demikian, Taufik
menyebut, Partai Hanura tetap berterimakasih kepada Quantum Vote
Indonesia yang telah mempublikasikan partainya lewat Padang Ekspres, meskipun dalam survei itu dikatakan tingkat keterpilihan Partai Hanura di Payakumbuh hanya 0,6 persen.
"Partai kami memang jarang
dipublikasikan karena tidak ada kadernya yang tersandung kasus korupsi.
Karena itu kami mengucapkan terima kasih pada Quantum Vote Indonesia
ini," kata Taufik yang juga Caleg Nomor Urut I Partai Hanura untuk
Dapil I Payakumbuh Barat.
Ketua Partai Amanat Nasional
(PAN) Payakumbuh Chandra Setipon, menanggapi hasil survei Quantum Vote
Indonesia dengan dingin. "Sah-sah saja, jika ada survei tentang partai
politik, asal jujur dan tidak ada pesanan," imbuh Bacaleg PAN Nomor
Urut I dari Dapil II Payakumbuh Utara dan Lamposi Tigo Nagari itu.
Walau begitu, Chandra Setipon
sempat mempertanyakan metode survei yang digunakan Quantum Vote
Indonesia, sehingga PAN hanya dirilis memiliki tingkat keterpilihan 1,6
persen. Padahal sejak Pemilu 1999, 2004 dan 2009, perolehan suara PAN
di Payakumbuh, selalu berada pada kisaran 8.000-9.000 suara.
Terpisah, Ketua Partai Golkar
Payakumbuh Haji Sudirman Rusma, mengaku tidak terlalu kaget, dengan
hasil survei Quantum Vote Indonesia yang menempatkan Partai Golkar
sebagai partai dengan tingkat keterpilihan paling tinggi di Payakumbuh,
jika Pemilu digelar April 2013.
"Kalau memang hasil survei
Quantum Vote Indonesia menyebut Partai Golkar punya tingkat keterpilihan
18 persen di Payakumbuh, kami tentu bersyukur dan berterimakasih.
Apalagi, secara nasional, berdasarkan survey LSI, Golkar punya tingkat
keterpilihan 22 persen," ucap Sudirman Rusma.
Kendati demikian, Sudirman
mengajak kader Golkar, agar tidak besar kepala. "Kita harus melakukan
kerja-kerja politik, tidak hanya saat Pemilu, tapi juga sebelum dan
sesudah pemilu," ujar Caleg Partai Golkar Nomor Urut I dari Dapil I
Payakumbuh Barat tersebut.
Disisi lain, Direktur Quantum
Vote Indonesia Anton Permana mengatakan, siap berdiskusi dan uji
komparasi, terkait hasil survei tingkat kepuasaan, kepercayaan dan
pengharapan masyarakat terhadap pemerintahan Falepi-Wandel, ataupun
terhadap tingkat elektabilitas partai politik jika Pemilu digelar April
2013.
"Kami melaksanakan survei pada
20-27 April 2013, dengan melibatkan 500 responden yang diambil dengan
metode sistematik random sampling di seluruh Payakumbuh. Tingkat margin
error survey ini, 3 persen," kata Anton Permana, didampingi Koordinator
Surveyor Payakumbuh David Artha.
Berdasarkan survei terhadap
tingkat elektabilitas partai politik jika Pemilu digelar April 2013,
Partai Golkar berada pada peringkat pertama, dengan angka 18 persen.
Disusul Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan angka 14 Persen.
Selanjutnya, Gerindra 10,8
persen, NasDem 8 persen, PDI-P 4 persen, PPP 2 persen, Demokrat 1,4
persen, PBB 1,4 persen, PAN 1,2 Persen, Hanura 0,6 persen, PKB 0
persen, dan PKPI 0 Persen.
"Hanya saja, berdasarkan
survey, 37,8 persen responden, belum menentukan pilihan atau menjadi
swing vouters," ulas Anton Permana yang tiga bulan sebelum Pilwako
Payakumbuh 2012 juga pernah merilis hasil survei tentang kemungkinan
pasangan Riza Falepi-Suwandel Muchtar menang satu putaran dan itu
akurat.
Paling menarik dari hasil
survei yang digelar pihaknya, kata Anton dan David Artha, sebanyak 89,3
persen responden cenderung memilih figur atau sosok dalam Pemilu 2014
nanti. Sedangkan 10,6 persen, responden cenderung memilih parpol, tidak
tahu dan ragu-ragu.(*)
