Headlines News :
Home » » Survei Parpol Menuai Pro-Kontra Demokrat, PAN, Golkar, Hanura Bicara

Survei Parpol Menuai Pro-Kontra Demokrat, PAN, Golkar, Hanura Bicara

Written By Unknown on Jumat, 03 Mei 2013 | 05.30

Payakumbuh, Padek—Ha­sil survei Quantum Vote Indonesia terhadap partai politik pilihan warga Payakumbuh jika Pemilu digelar April 2013, menimbulkan pro dan kontra di kalangan pengurus maupun kader partai politik.

Sekretaris DPC Partai De­mokrat Adi Suryatama yang berkunjung ke perwakilan Padang Ekspres Payakumbuh Rabu (1/5) sore, menga­pre­siasi usaha tokoh-tokoh muda berpotensi, dalam menggelar survei terhadap partai politik.

"Hanya saja, dalam pelak­sanaan survei, tentu harus ada indikator yang jelas dan b­a­g­aimana mem­per­tang­gung­jawabkan kompetensi. Karena itu, kami melihat, dalam hasil survei Quantum Vote Indonesia, ada upaya penggiringan terhadap pembentukan opini publik," kata Adi Suryatama.

Upaya inilah yang dinilai DPC Partai Demokrat Paya­kumbuh kurang fair. "Apalagi, Pemilu masih setahun lagi. Walau demikian, kami tetap melihat hasil survei ini sebagai evaluasi diri dan mening­kat­kan motivasi dalam mengawal program-program prorak­yat," ujar Adi.

Terpisah, Sekretaris DPC Partai Hanura Payakumbuh Taufik menilai, hasil survei partai politik yang dirilis Quantum Vote Indonesia, menga­rah­kan opini masyarakat, un­tuk mendukung partai politik tertentu.

Kendati demikian, Taufik menyebut, Partai Hanura tetap berterimakasih kepada Quantum Vote Indonesia yang telah mempublikasikan partainya lewat Padang Ekspres, mes­kipun dalam survei itu di­katakan tingkat keterpilihan Partai Hanura di Payakumbuh hanya 0,6 persen.

"Partai kami memang ja­rang dipublikasikan karena tidak ada kadernya yang ter­sandung kasus korupsi. Ka­rena itu kami mengucapkan terima kasih pada Quantum Vote Indonesia ini," kata Tau­fik yang juga Caleg Nomor Urut I Partai Hanura untuk Dapil I Payakumbuh Barat.

Ketua Partai Amanat Nasio­nal (PAN) Payakumbuh Chan­dra Setipon, menanggapi hasil survei Quantum Vote Indonesia dengan dingin.  "Sah-sah saja, jika ada survei ten­tang partai politik, asal jujur dan tidak ada pesanan," imbuh Bacaleg PAN Nomor Urut I dari Dapil II Payakumbuh Utara dan Lam­posi Tigo Na­gari itu.

Walau begitu, Chandra Setipon sempat mem­per­tan­ya­kan metode survei yang digu­nakan Quantum Vote Indonesia, sehingga PAN hanya dirilis memiliki tingkat keterpilihan 1,6 persen. Padahal sejak Pe­milu 1999, 2004 dan 2009, perolehan suara PAN di Payakumbuh, selalu berada pada kisaran 8.000-9.000 suara.

Terpisah, Ketua Partai Gol­kar Payakumbuh Haji Sudir­man Rusma, mengaku tidak terlalu kaget, dengan hasil survei Quantum Vote Indonesia yang menempatkan Partai Golkar sebagai partai dengan tingkat keterpilihan paling tinggi di Payakumbuh, jika Pemilu digelar April 2013.

"Kalau memang hasil sur­vei Quantum Vote Indonesia menyebut Partai Golkar punya tingkat keterpilihan 18 persen di Payakumbuh, kami tentu bersyukur dan berterimakasih. Apalagi, secara nasional, ber­dasarkan survey LSI, Golkar punya tingkat keterpilihan 22 persen," ucap Sudirman Rus­ma.

Kendati demikian, Sudir­man mengajak kader Golkar, agar tidak besar kepala. "Kita harus melakukan kerja-kerja politik, tidak hanya saat Pe­milu, tapi juga sebelum dan sesudah pemilu," ujar Caleg Partai Golkar Nomor Urut I dari Dapil I Payakumbuh Barat tersebut.

Disisi lain, Direktur Quantum Vote Indonesia Anton Permana mengatakan, siap berdiskusi dan uji komparasi, terkait hasil survei tingkat kepuasaan, kepercayaan dan pengharapan masyarakat ter­hadap pemerintahan Falepi-Wandel, ataupun terhadap tingkat elektabilitas partai politik jika Pemilu digelar April 2013.

"Kami melaksanakan survei pada 20-27 April 2013, dengan melibatkan 500 res­ponden yang diambil dengan metode sistematik random sampling di seluruh Paya­kumbuh. Tingkat margin error survey ini, 3 persen," kata Anton Permana, didampingi Koordinator Surveyor Paya­kumbuh David Artha.

Berdasarkan survei ter­hadap tingkat elektabilitas partai politik jika Pemilu dige­lar April 2013,  Partai Golkar berada pada peringkat per­tama, dengan angka 18 persen. Disusul Partai Keadilan Se­jahtera (PKS) dengan angka 14 Persen.

Selanjutnya, Gerindra 10,8 persen,  NasDem 8 persen, PDI-P 4 persen, PPP 2 persen, Demokrat 1,4 persen, PBB 1,4 persen, PAN 1,2 Persen, Ha­nura 0,6 persen, PKB 0 persen, dan PKPI 0 Persen.

"Hanya saja, berdasarkan survey, 37,8 persen responden, belum menentukan pilihan atau menjadi swing vouters," ulas Anton Permana yang tiga bulan sebelum Pilwako Paya­kumbuh 2012 juga pernah merilis hasil survei tentang kemungkinan pasangan Riza Falepi-Suwandel Muchtar me­nang satu putaran dan itu akurat.

Paling menarik dari hasil survei yang digelar pihaknya, kata Anton dan David Artha, sebanyak 89,3 persen res­ponden cenderung memilih figur atau sosok dalam Pemilu 2014 nanti. Sedangkan 10,6 persen, responden cenderung memilih parpol, tidak tahu dan ragu-ragu.(*)
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI