![]() |
| Jenazah Zahra Shahid Hussain, politisi senior perempuan dari partai Tehreek-e-Insaf dibawa ke rumah sakit di Karachi (18/5) |
Juru bicara Partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) menyebut pembunuhan terhadap perempuan itu aksi teroris.
Hussain adalah wakil presiden senior PTI, yang dipimpin bintang kriket Pakistan Imran Khan. PTI berada pada urutan ketiga dalam hasil pemilihan parlemen pekan lalu.
Hussain tewas sehari sebelum pemilih di satu distrik di Karachi berencana melakukan pemilihan ulang. PTI menuduh saingannya, partai Gerakan Muttahida Quami (MQM), berbuat curang. Ketua MQM Altaf Hussain mengutuk pembunuhan itu.
News.detik.com - Zohra Hussain (59), politisi perempuan Partai Gerakan Bagi Keadilan
(PTI), tewas ditembak tiga pria tak dikenal. Zohra dikenal sebagai Wakil
Presiden PTI cabang Provinsi Sindh bagian selatan.
Seperti yang dilansir AFP, Minggu (19/5/2013), Zohra ditembak pada Sabtu (18/5) malam, di lokasi luar lingkungan kelas atas perumahan Pertahanan di Provinsi Sindh, kota sebelah selatan dari Karachi, Pakistan. Tiga penembak Zohra diketahui mengendarai sepeda motor.
Tiga penembak Zohra berhasil meloloskan diri dari kejaran aparat setempat. Pemimpin PTI setempat, Firdaus Shamim, menyatakan Zohra sempat berusaha melakukan perlawanan terhadap tiga penembak misterius itu.
"Dia meninggalkan rumah untuk pekerjaan tertentu, tiga orang menyerangnya. Dia pikir, mereka ingin mengambil tasnya dan dia menggenggam tasnya. Tapi akhirnya mereka membunuhnya," kata Shamim.
Penembakan Zohra bertepatan dengan malam jelang penghitungan ulang hasil pemilu. Partai Liga Muslim Pakistan (PML-N) yang diusung Mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif masih menempati posisi teratas. Disusul kemudian Partai PTI di urutan kedua. PTI adalah partai yang dimotori oleh bintang kriket Imran Khan.
Komisi Pemilu Pakistan memang menginstruksikan penghitungan ulang pada Minggu (19/5) ini. 43 tempat pemungutan suara harus menghitung ulang hasil pemungutan suara lantaran diduga keras terjadi kecurangan. PTI dan sayap kanan Jamaat-e-Islami memang melancarakan aksi protes terkait dugaan kecurangan tersebut.
Partai yang dominan di Karachi, Muttahida Qaumi Movement (MQM), dituduh sebagai otak di balik pembunuhan ini. Namun mereka membantahnya.
(dnu/rvk)
Seperti yang dilansir AFP, Minggu (19/5/2013), Zohra ditembak pada Sabtu (18/5) malam, di lokasi luar lingkungan kelas atas perumahan Pertahanan di Provinsi Sindh, kota sebelah selatan dari Karachi, Pakistan. Tiga penembak Zohra diketahui mengendarai sepeda motor.
Tiga penembak Zohra berhasil meloloskan diri dari kejaran aparat setempat. Pemimpin PTI setempat, Firdaus Shamim, menyatakan Zohra sempat berusaha melakukan perlawanan terhadap tiga penembak misterius itu.
"Dia meninggalkan rumah untuk pekerjaan tertentu, tiga orang menyerangnya. Dia pikir, mereka ingin mengambil tasnya dan dia menggenggam tasnya. Tapi akhirnya mereka membunuhnya," kata Shamim.
Penembakan Zohra bertepatan dengan malam jelang penghitungan ulang hasil pemilu. Partai Liga Muslim Pakistan (PML-N) yang diusung Mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif masih menempati posisi teratas. Disusul kemudian Partai PTI di urutan kedua. PTI adalah partai yang dimotori oleh bintang kriket Imran Khan.
Komisi Pemilu Pakistan memang menginstruksikan penghitungan ulang pada Minggu (19/5) ini. 43 tempat pemungutan suara harus menghitung ulang hasil pemungutan suara lantaran diduga keras terjadi kecurangan. PTI dan sayap kanan Jamaat-e-Islami memang melancarakan aksi protes terkait dugaan kecurangan tersebut.
Partai yang dominan di Karachi, Muttahida Qaumi Movement (MQM), dituduh sebagai otak di balik pembunuhan ini. Namun mereka membantahnya.
(dnu/rvk)
