JAKARTA, KOMPAS.com — Pakar komunikasi politik
Universitas Indonesia (UI), Effendi Ghazali, menilai Partai Keadilan
Sejahtera tengah dihantam badai serupa yang menghantam Partai Demokrat.
Jika panik dan gegabah, bukan tidak mungkin citra PKS akan terus merosot
dan hancur. Effendi menyampaikan, beratnya badai yang menerpa PKS
dikarenakan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang terus
merambat ke hal-hal lain yang tak kalah sentimen.
Hal tersebut,
misalnya, terkait aliran dana Ahmad Fathanah ke sejumlah wanita cantik.
Fathanah adalah orang dekat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.
"Ini merupakan ujian yang serius. Bahkan, bisa dibilang sama seriusnya
dengan badai yang menimpa (Partai) Demokrat karena bunga-bunganya lebih
banyak dan langsung menyentuh partai. Yang soal perempuan, pemberian
uang, lalu mobilnya itu dibawa ke markas partai, dan sebagainya," kata
Effendi, di Jakarta, Senin (13/5/2013).
Sebelumnya, Effendi
menganggap langkah PKS yang melaporkan KPK ke Mabes Polri berpotensi
menjadi bumerang. Kalau tak cermat dan salah mengambil langkah, nama
baik partai yang akan semakin terpuruk. PKS menuding KPK melakukan
perbuatan tidak menyenangkan, mencemarkan nama baik, dan melakukan
pembohongan publik.
Wakil Sekretaris Jenderal PKS Fahri Hamzah
mengatakan, pihaknya tidak melaporkan KPK secara institusi, tetapi
sebatas oknum di internal KPK. Adapun oknum KPK yang akan dilaporkan ke
kepolisian adalah 10 penyidik yang mendatangi kantor DPP PKS dan Juru
Bicara KPK Johan Budi.
"Ini tidak ada hubungannya dengan
institusi, ini hubungannya dengan 10 orang yang datang ke PKS dan Johan
Budi yang membuat pernyataan yang fatal," kata Fahri.
