TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai NasDem mengaku tak lagi ribut untuk perang melawan partai lain. Peperangan yang akan dihadapi NasDem dalam Pemilu Legislatif 2014, khususnya di DPR adalah bagaimana memperebutkan kursi yang selama ini 'tak bertuan.'
"Ada 106 kursi yang selalu bergeser. Jadi bagaimana NasDem berjibaku dalam perang kursi. NasDem memakai pendekatan scientific political approach," ujar Wakil Sekjen DPP NasDem, Willy Aditya dalam diskusi di Galeri Cafe, Jakarta, Rabu (15/5/2013).
Sejak awal berdiri, Willy melanjutkan, Partai NasDem
sudah dibangun dengan logika ilmiah sebagai partai politik modern.
Tengok saja logo NasDem yang diklaimnya mudah dibuat di mana-mana,
sehingga publik mudah mengingatnya.
"Kedua soal Nasional Demokrat.
NasDem lahir dalam proses scientifik untuk menggerakkan apa yang
dicita-citakan publik selama ini. Dalam konteks ini NasDem memajukan
Gerakan Perubahan. Ini sebuah challenge," ujarnya.
Wajar jika
meski pertama kali mengikuti pemilu, NasDem sudah mematok target sebagai
partai sentris atau partai tengah. Hal itu dilakukan dengan meraih
suara pemilih migrasi partai lama dan pemilih mengambang yang memiliki
kecenderungan golput.
"Jadi NasDem bukan partai yang hanya sebatas
hadir untuk pasar malam, mengikuti keriuhan kemudian bubar jalan," kata
Willy sembari menambahkan, cita-cita NasDem dengan semangat restorasi
dan perubahan diharapkan menarik pemilih.
