Headlines News :
Home » » Melihat Antrean Warga Malaysia di TPS

Melihat Antrean Warga Malaysia di TPS

Written By Unknown on Minggu, 05 Mei 2013 | 19.14

Jakarta - Malaysia menggelar pemilu bersejarah pada Minggu (5/5/2013). Sejumlah analis menempatkan kubu oposisi Pakatan Rakyat berada di atas angin, bersaing ketat dengan koalisi Barisan Nasional (BN) yang telah berkuasa selama 56 tahun.

Menurut The Star, jumlah pemilih ada 13.268.002 orang. Mereka memberikan suara di 8.245 TPS di seluruh negeri. TPS mulai dibuka pukul 8 pagi dan tutup pukul 17.00.

Sejak pagi, para pemilih telah antre memberikan suaranya. Berbeda dengan di Indonesia yang menyediakan kursi tunggu cukup banyak, pemilih di Malaysia harus rela antre dengan berdiri cukup lama.

Hingga pukul 12.30 waktu setempat, KPU Malaysia mencatat 59,6 persen pemilih telah memberikan suaranya. Cuaca yang cerah menjadi penyemangat warga untuk berduyun-duyun pergi ke TPS di pagi hari. Pada siang hari, hujan diprakirakan turun di sebagian besar daerah.

Sedangkan BBC melaporkan, di salah satu lokasi tempat pemungutan suara yang terletak di SMK Bandaraya, Bangar, pemilih juga dilaporkan telah antre dengan sabar sebelum tempat itu dibuka.

Di TPS ini calon anggota parlemen dari partai oposisi, Pakatan Rakyat, Nurul Izzah memberikan suara untuk mempertahankan kursinya di Lembah Pantai yang direbutnya lima tahun lalu.

Kedatangannya disambut tepuk tangan oleh para pemilih yang sedang antre. Dengan mengenakan baju pink muda berhiaskan bunga kuning dan topi lebar dia menyempatkan diri untuk menyalami sejumlah pendukungnya. Beberapa malah sempat berfoto bersamanya.

Kepada para watawan dia kembali mengungkapkan keyakinan akan kemenangannya meski menyadari masih akan terjadi kecurangan.

"Kecurangan dan kelemahan masih terjadi di pemilu Malaysia. Tadi ada yang mengatakan kepada saya ada pengundi yang masuk dalam rumahnya," kata Nurul.

Nurul mengakui dalam pemilu ini ada perbaikan dengan penggunaan tinta untuk pertama kalinya walau masib diwarnai kontroversi karena dianggap cepat pudar.

"Yang diperlukan untuk masa depan adalah reformasi Suruhan Jaya Pilihan Raya (komisi pemilihan)," ujarnya.

Calon dari Barisan Nasional, Datuk Raja Nong Chik Raja Zainal Abidin, juga akan memberikan suara di TPS yang sama pada pukul 16.00 sore.

The Straits Times melaporkan, Nurul Izzah menarik bagi kelompok berpenghasilan menengah dan etnis Tionghoa yang tertarik pada perubahan dan pemerintahan yang lebih baik. Sementara orang-orang pedesaan, sebagian besar Melayu dan India, tertarik pada Raja Nong Chik yang telah memberikan banyak bantuan selama empat tahun terakhir.

Safiah Hasyim, 60, mengatakan dia senang dengan hal-hal yang telah berjalan dengan cara yang umum dan tidak tertarik pada suara keras menuntut perubahan.

"Kita hidup dengan damai dan harmonis di antara ras berbeda sekarang. Mengapa kita perlu memilih orang lain?" tanyanya.

Sementara itu, lima menit sebelum TPS di sebuah sekolah di Bangsar dibuka pukul 8 pagi, antrean 70 orang telah terbentuk di luar sekolah.

KP Kuok, 65, seorang pensiunan, mengatakan ia adalah orang pertama yang tiba pukul 7 pagi karena ia bersemangat pada hari besar ini dan ingin berada di depan orang lain untuk memberikan suara.

Catherine Ng, 40, yang bergabung dengan antrean 30 menit kemudian berkata, "Saya merasa sangat penting saat ini. Seharusnya orang lain demikian juga. Kitalah yang menentukan masa depan negara kita. Ini adalah pertarungan yang sengit bagi Barisan Nasional dan Pakatan Rakyat."
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI