DENPASAR, KOMPAS.com — Hasil hitung cepat yang
menunjukkan selisih sangat tipis di bawah satu persen antara dua
pasangan calon gubernur-wakil gubernur Bali Puspayoga-Sukrawan dan
Pastika-
Sudikerta sangat rawan menimbulkan kecurangan hingga konflik.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, KPU Bali meminta warga untuk mengawal kotak suara hingga rekapitulasi di tingkat provinsi.
"Masyarakat,
saksi, bisa mengawal di seluruh desa agar tidak terjadi kesalahan dan
mengurangi kecurangan di lapangan," imbau Ketua KPU Bali Ketut Sukawati
Lanang Putra Perbawa saat ditemui di kantornya, Kamis (16/5/2013).
"Kami berharap tidak ada konflik. Siapa pun yang terpilih harus kita hargai," tandasnya.
Saat
ini, kata Ketut, proses rekapitulasi suara baru dilakukan di tingkat
desa pada 16-18 Mei, selanjutnya kecamatan 19-21 Mei, kabupaten/kota,
dan yang terakhir di tingkat provinsi pada tanggal 25-27 Mei mendatang.
KPU Bali menilai sejauh ini pelaksanaan Pilgub Bali berjalan lancar dan
baik meski terdapat laporan pelanggaran di sejumlah TPS.
Editor :Farid Assifa
DENPASAR, KOMPAS.com — Gara-gara berselisih saat pencoblosan kemarin, Deka, seorang pemuda asal Banjar Pekambingan, Kelurahan Dauh Puri, Denpasar Barat, Kota Denpasar, harus dilarikan ke rumah sakit akibat ditebas pemuda lain, Kamis (16/5/2013) malam. Si penebas, Gus Pit, dan senjata tajam, yang dia gunakan, diamankan polisi malam ini.
Penebasan itu terjadi di seberang rumah Deka, Denpasar Barat. Saat itu, korban tengah berkumpul dengan pemuda lainnya. Gus Pit tiba-tiba mendatangi korban sambil mengayunkan pedang yang dibawanya. "Saya lihat Deka terluka di dahinya," kata Arik, rekan korban, ketika ditemui di lokasi kejadian.
Tokoh warga setempat, Ketut Darmajaya, menyatakan, kedua pihak masih terhitung bersaudara dan rumah keduanya juga berdekatan. "Saya duga kejadian ini masih terkait perselisihan antara keduanya saat pencoblosan (Rabu) kemarin. Mereka saling ejek," kata Ketut.
Ketut menambahkan, dia sudah berupaya menengahi perselisihan antara pelaku dan korban dengan memperingatkan keduanya agar tidak saling memperpanjang perselisihan pencoblosan. Ketut menyatakan prihatin karena peristiwa yang berusaha dicegahnya ternyata terjadi.
Menyusul peristiwa itu, warga setempat, terutama kaum lelaki, keluar rumah mereka dan berkumpul di dekat lokasi kejadian. Sejumlah polisi dan tentara pun berjaga di wilayah itu.
DENPASAR, KOMPAS.com — Gara-gara berselisih saat pencoblosan kemarin, Deka, seorang pemuda asal Banjar Pekambingan, Kelurahan Dauh Puri, Denpasar Barat, Kota Denpasar, harus dilarikan ke rumah sakit akibat ditebas pemuda lain, Kamis (16/5/2013) malam. Si penebas, Gus Pit, dan senjata tajam, yang dia gunakan, diamankan polisi malam ini.
Penebasan itu terjadi di seberang rumah Deka, Denpasar Barat. Saat itu, korban tengah berkumpul dengan pemuda lainnya. Gus Pit tiba-tiba mendatangi korban sambil mengayunkan pedang yang dibawanya. "Saya lihat Deka terluka di dahinya," kata Arik, rekan korban, ketika ditemui di lokasi kejadian.
Tokoh warga setempat, Ketut Darmajaya, menyatakan, kedua pihak masih terhitung bersaudara dan rumah keduanya juga berdekatan. "Saya duga kejadian ini masih terkait perselisihan antara keduanya saat pencoblosan (Rabu) kemarin. Mereka saling ejek," kata Ketut.
Ketut menambahkan, dia sudah berupaya menengahi perselisihan antara pelaku dan korban dengan memperingatkan keduanya agar tidak saling memperpanjang perselisihan pencoblosan. Ketut menyatakan prihatin karena peristiwa yang berusaha dicegahnya ternyata terjadi.
Menyusul peristiwa itu, warga setempat, terutama kaum lelaki, keluar rumah mereka dan berkumpul di dekat lokasi kejadian. Sejumlah polisi dan tentara pun berjaga di wilayah itu.
Editor : Marcus Suprihadi

