Jakarta - Partai Golkar
mengklaim bahwa pihaknya terbaik dalam perekrutan bakal calon legislatif
(bacaleg). Pasalnya, partai berlambang pohon beringin itu melakukan
seleksi terhadap para bacaleg dengan berbagai tahap.
Tahapan itu, salah satunya, dengan melihat "track record"
keorganisasian calon yang akan maju. Dari situ, partai menilai apakah
seorang kader itu layak untuk diajukan atau tidak.
"Merekrut caleg tidak seperti "Indonesian Idol". Kalau di Indonesian
Idol itu kan orang datang lalu mereka bisa dapat nomor langsung. Itulah
bedanya dengan caleg di Golkar," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai
Golkar Leo Nababan di Jakarta, Kamis (2/5).
Selain itu, ujarnya, Golkar juga melakukan survei untuk menentukan
nomor urut seseorang. Nantinya, kader yang terbaik ditempatkan pada
nomor urut kecil.
"Caleg kami harus disurvei terlebih dahulu. Tidak ada pengecualian,
bahkan bagi orang yang dekat dengan ketua umum saja kalau surveinya
kecil yah tidak bisa jadi caleg. Caleg yang menempati nomor urut kecil
merupakan orang-orang terbaik," tegasnya.
Menurutnya, banyaknya kasus caleg ganda saat ini, lantaran partai bersangkutan tidak menerapkan sistem kaderisasi yang baik.
"Pada Golkar tidak ada calon ganda karena ada database," paparnya.
