TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar
memprotes kinerja tim verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak
kompak dalam bekerja melakukan verifikasi bakal Caleg DPR yang diajukan
partai politik (Parpol).
"Kami merasa tim verifikasi KPU bekerja tidak kompak," kata Wakil Sekjen Partai Golkar, Nurul Arifin, ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Selasa (7/5/2013).
Nurul
memberi contoh dari 10 Caleg yang mengikuti tes kesehatan di rumah
sakit yang sama dan dilakukan bersama-sama hasilnya pun sama bagus namun
dua dari 10 Caleg tersebut dinyatakan tidak lolos verifikasi.
"Contoh lain, legalisir ijazah yang tidak bertanggal karena kelalaian pihak sekolah dinyatakan juga tidak lolos," kata Nurul.
Menurut Nurul, Golkar hanya menyesalkan tim verifikasi KPU yang bekerja terlalu kaku.
"Pastinya mereka ada kordinator wilayahnya. Peran kordinator ini seharusnya lebih lugas," kata Nurul.
Kabar
dari LO Golkar, menurut Nurul, menyebutkan bahwa satu Daerah Pemilihan
(Dapil) hanya ditangani beberapa orang tim verifikasi sehingga prinsip
kerjanya berbeda.
"Barusan saya ditelepon DPP Golkar untuk menyampaikan protes kepada KPU," kata Nurul.
Dia juga mengatakan imbauan agar tim verifikasi KPU bekerja tidak diskriminatif.
"Yang tidak lolos ada 202 Caleg Golkar, yang lolos 358 Caleg," kata Nurul.
Sebelumnya KPU mempublikasikan hasil verifikasi terhadap bakal Caleg DPR dari 12 parpol peserta Pemilu 2014.
Umumnya
Caleg Parpol tidak banyak meloloskan bakal Caleg yang diajukan Ada tiga
partai politik yang semua bakal calon anggota legislatif Dewan
Perwakilan Rakyat-nya tidak memenuhi syarat yakni Partai Keadilan
Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Keadilan
dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Aburizal Bakrie Bersama Kader Golkar Jabar
Ketua Umum DPP Partai Golkar,
Aburizal Bakrie atau ARB (tengah) mengangkat tangan Bakal Calon Wali
Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2013, MQ Iswara (kanan) dan Asep Dedy
dalam acara Silaturahmi
Kader DPD Partai Golkar Jawa Barat di Hotel
Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Rabu (1/5/2013).
Sebelum menghadiri acara bersama kadernya, calon presiden dari partai
Golkar ini menjadi pembicara pada acara diskusi terbuka dengan tema
Peran Iptek dan Inovasi dalam Pembangunan Industri Nasional di ITB
Jatinangor. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN

