Kuala Lumpur – Pemimpin de facto kubu oposisi Pakatan Rakyat (PR)
pimpinan Anwar Ibrahim mengklaim meraih kemenenangan dini dalam Pilihan
Raya Umum Malaysia 2013 (PRU-13).
“Kita mendesak agar UMNO dan Komisi di Pemilihan Umun tidak berusaha membajak hasil PRU-13,” ujar Anwar di Twitter-nya.
Wakli
ketua KPU Malaysia Wan Ahmad Wan Omar gusar dan langsung membantah
tudingan Anwar. “Dia hanya omong besar dan bicara ngaco,” ujar Wan Ahmad
dalam tulisan yang dikirim ke The Wall Street Journal.
“Bagaimana
bisa Anwar mengklaim PR menenang? Hanya sekitar 300 tempat pemungutan
suara dari 52.000 TPS yang sudah dibuka,” katanya, seperti dikutip oleh
The South East Asian Real Time pada pukul 21:53 waktu Malaysia (22:53
WIB) , atau kurang dari dua jam penghitungan suara dimulai.
Juru
bicara pemerintah Malaysia kontan mengkritik Anwar dan bilang:
“Rakyatlah yang memutuskan dalam pemilu, bukan para politisi. Kita harus
menuggu hasil akhir yang bakal diumumkan.”
Kampanye
di media sosial sangat diandalkan oleh kubu oposisi untuk mengimbangi
Barisan Nasional yang royal memasang alat perga kampanye di seantero
negeri. Pakatan Rakyat berusaha memikat hati para pemilih pemula yang
gemar menggunakan media sosial itu.
Sementara itu,
sampai berita ini diturunkan, penghitungan suara sementara menunjukkan
Barisan Nasional meraih 112 kursi sedangkan Pakatan Rakyat 58 kursi di
parlemen. [tjs]
Sementara, Barisan Nasional Unggul
Kuala Lumpur – Hasil sementara penghitungan suara Pemilu Malaysia
2013 menunjukkan keunggulan koalisi Barisan Nasional dibandingkan
lawannya barisan oposisi (Pakatan Rakyat).
Sesaat setelah penghitungan resmi dimulai, hasil sementara menunjukkan Barisan Nasional memenangkan 20 kursi sedangkan Pakatan memenangkan 8 kursi di Parlemen.
Namun demikian, kedua pihak mengklaim dirinya sebagai pemanang . Sejumlah media sosial menyebutkan Barisan Nasional dan Pakatan Rakyat sama-sama mengklaim kemenangan 120 hingga 138 kursi dan sudah membentuk pemerintah federal yang baru. [tjs]
Sesaat setelah penghitungan resmi dimulai, hasil sementara menunjukkan Barisan Nasional memenangkan 20 kursi sedangkan Pakatan memenangkan 8 kursi di Parlemen.
Namun demikian, kedua pihak mengklaim dirinya sebagai pemanang . Sejumlah media sosial menyebutkan Barisan Nasional dan Pakatan Rakyat sama-sama mengklaim kemenangan 120 hingga 138 kursi dan sudah membentuk pemerintah federal yang baru. [tjs]

