Sikap KPU yang mengumumkan Daftar Calon Sementara (DCS) melalui situs
resminya patut diapresiasi positif. Bagian dari transparansi lembaga
penyelenggara pemilu ini bisa mendorong keadilan para caleg terkait
nomor urut dan kualitas caleg itu sendiri.
Hal tersebut disampaikan pengamat pemilu, Jeirry Sumampow di Gedung
Bawaslu, Jakarta (26/4). "Kita apresiasi KPU mengumumkan DCS. Ini adalah
sikap yang bagus," ucap Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi).
Menurut Jeirry, banyak orang mendaftar ke partai untuk menjadi caleg.
Masuk atau tidak dan dapat nomor urut berapa, belum diketahui. Karena
itu, KPU mengumumkan DCS memenuhi ketidaktahuan tersebut.
Nomor urut memang masih bisa berubah, namun partai harus
berhati-hati. Kalau ada perubahan tiba-tiba, masyarakat bisa mengetahui
dan mempertanyakannya.
"Sekarang masyarakat sudah bisa melihat, karena masih bakal calon
untuk menjadi calon tetap. Nah ruang ini yang akan dilihat dan dinilai
publik jika suatu saat ada perubahan. Hal tersebut lebih memperlihatkan
prinsip transparan," ujar Jerry.
Tak luput Jerry mengungkapkan, kemungkinan ada nama-nama ganda dalam
DCS. Tidak menutup kemungkinan ada orang mendaftar lebih dari dua
partai. "Awas, nomor urut sebagai potensi dalam jual beli nomor untuk
mendapatkan nomor urut 1. Ini yang patut diwaspadai dan diawasi," ungkap
Jerry.
Dari sikap KPU yang mengumumkan DCS, masyarakat bisa ikut aktif
mengawasi dan memberikan masukan jika ada kekeliruan dalam DCS itu.
"Dengan pengumuman DCS, kita menghimbau kepada masyarakat untuk
melihat dan mengkritisi DCS yang ada khususnya kepada parpol, agar
terjadi koreksi yang baik," pungkas Jerry. [Taufiq]
