Jakarta - Larangan yang dikeluarkan oleh Yenny Wahid
kepada kader Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) agar tidak
bergabung atau memilih PKB sangat tendensius.
Menurut anggota Komisi II DPR RI ini, semestinya Yenny dapat bersikap
bijak dengan membiarkan setiap orang untuk menentukan sikap politik
masing-masing. Kendati demikian, Malik meyakini, imbauan Yenny tak akan
ada gaungnya.
“Sama sekali kita tidak khawatir, karena warga Nahdliyin sangat paham dan mereka juga paham tentang sejarah PKB-NU,” ungkapnya.
Diakui oleh Malik, dirinya sama sekali tak mengerti mengapa Yenny melakukan itu. Pasalnya sosok Gus Dur di masa hidupnya dahulu, sama sekali tidak pernah melakukan pelarangan terhadap kader, beliau hanya melakukan ajakan kepada para kader agar setia kepada partai.
“Seingat saya, sosok Gus Dur saja tidak pernah melarang orang untuk mendukung partai apapun, saya hanya tahu Gus Dur kerap mengajak orang untuk mendukung PKB, tanpa melakukan pelarangan terhadap orang lain terkait dirinya ingin mendukung partai lain. Itulah bijaknya sosok seorang Gus Dur,” ungkap Malik.
Sikap ini juga jauh dari nilai-nilai kearifan yang selama ini diajarkan
Gus Dur. “Larangan dan imbauan tersebut sangat tidak fair, setiap warga
negara itu mempunyai hak dan otonom dalam menentukan afiliasi
politiknya,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat PKB,
Abdul Malik Haramain, Rabu (17/04/2013).“Sama sekali kita tidak khawatir, karena warga Nahdliyin sangat paham dan mereka juga paham tentang sejarah PKB-NU,” ungkapnya.
Diakui oleh Malik, dirinya sama sekali tak mengerti mengapa Yenny melakukan itu. Pasalnya sosok Gus Dur di masa hidupnya dahulu, sama sekali tidak pernah melakukan pelarangan terhadap kader, beliau hanya melakukan ajakan kepada para kader agar setia kepada partai.
“Seingat saya, sosok Gus Dur saja tidak pernah melarang orang untuk mendukung partai apapun, saya hanya tahu Gus Dur kerap mengajak orang untuk mendukung PKB, tanpa melakukan pelarangan terhadap orang lain terkait dirinya ingin mendukung partai lain. Itulah bijaknya sosok seorang Gus Dur,” ungkap Malik.