JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Persatuan Pembangunan
(PPP) akan menggelar konvensi untuk menjaring calon presiden yang akan
diusungnya. Meski menggelar konvensi, partai ini ternyata tetap berharap
Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA) bisa masuk dalam bursa itu.
"Tokoh
yang kami harapkan jelas hanya SDA. Konvensi atau tidak konvensi,
prioritas capres tetap porsinya Ketum," ujar Wakil Ketua Umum PPP Hasrul
Azhwar di Kompleks Parlemen, Jumat (19/4/2013).
Hasrul
mengatakan, wacana pelaksanaan konvensi baru sebatas wacana di tingkat
pimpinan partai berlambang kabah itu. Ia mengakui bahwa mekanisme
pelaksanaan konvensi ini belum ditentukan. "Ini baru merupakan wacana,"
ujar Hasrul.
Anggota Komisi VIII DPR itu mengatakan, dalam
persiapan menyelenggarakan konvensi, partainya memang sudah menjalin
komunikasi dengan tokoh-tokoh politik. Salah satu yang didekati PPP
adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie. "Ya
(komunikasi dengan Jimly), kira-kira seperti itu caranya. Bisa
menghubungi atau bisa juga tokoh yang menghubungi kita. Caranya sama
saja," kata Hasrul.
Saat ditanya lebih lanjut tentang urgensi
pelaksanaan konvensi jika PPP tetap menginginkan Suryadharma Ali sebagai
capres, Hasrul tak menjelaskan secara pasti. Ia justru mengatakan bahwa
konvensi itu tidak harus memilih capres, tapi bisa juga mencari
cawapres. "Bisa untuk wapres, bisa untuk presiden. Ini berkembanglah
dia," kata Hasrul.
Sebelumnya, Partai Demokrat dan PPP menyatakan
akan melaksanakan konvensi untuk menjaring calon presiden yang akan
diusung kedua partai itu. Konsep konvensi akan membuka lebar peluang
kader internal dan juga calon eksternal untuk sama-sama berkompetisi di
dalam bursa itu.
Pada Pemilu 2004, Partai Golkar juga sudah
menerapkan konsep konvensi ini dengan menetapkan nama Wiranto sebagai
pemenang. Namun, Wiranto yang akhirnya berpasangan dengan Salahudin
Wahid ini akhirnya kalah dalam pilpres.
