Gillard akan mempertahankan kekuasaannya di tengah isu perubahan iklim dan pencari suaka.
Perdana Menteri perempuan pertama Australia, Julia Gillard, akan berupaya untuk memenangi pemilihan umum pada 21 Agustus 2013 untuk mengamankan posisinya sebagai pemimpin di Negeri Kanguru tersebut.
Gillard
akan mempertahankan kekuasaannya di tengah isu perubahan iklim, pencari
suaka, dan utang yang mencapai rekor tertinggi. Penetapan pelaksanaan
pemilu tersebut hanya sekitar tiga pekan setelah dirinya terpilih
menjadi perdana menteri ke-27 Australia.
Gillard menduduki tampuk kepemimpinan di Australia setelah Kevin Rudd mundur sebagai pemimpin Partai Buruh.
Didukung oleh jajak pendapat yang mendukung kepemimpinan pemerintahan baru, Gillard mengatakan pemerintah telah 'kehilangan arah' di bawah pendahulunya, Kevin Rudd.
"Kami akan masuk ke masa jabatan kedua dengan belajar dari pengalaman sebelumnya," kata Gillard di Gedung Parlemen Australia di Canberra, Sabtu 17 Juli 2013. "Kami akan mampu menerapkan dan melaksanakan program yang berbeda."
Jajak pendapat menunjukkan Partai Buruh akan memenangi pemilu untuk tiga tahun kedua. Namun, analis memperkirakan Partai Buruh menghadapi perlawanan ketat dari oposisi konservatif, yakni Partai Liberal pimpinan Tony Abbott.
Kedua pihak akan berupaya mempertahankan dukungan publik untuk isu-isu utama kebijakan luar negeri, termasuk pengiriman 1.550 pasukan Australia ke Afghanistan.
Abbott, yang pada Desember menjadi pemimpin Partai Liberal ketiga dalam dua tahun, telah bersumpah untuk menentang pajak.
Sementara itu, Gillard telah berusaha membendung peningkatan pencari suaka. Gillard adalah wakil Rudd yang menjadi pahlawan Partai Buruh ketika memenangi pemilu pada November 2007 setelah 11 tahun menjadi oposisi.
Meski demikian, Rudd tetap dianggap sebagai salah satu perdana menteri paling populer dalam sejarah Australia moderen hingga dia membuat serangkaian langkah politik tidak populer awal tahun ini.
Sedangkan Gillard belum lama ini mengumumkan kebijakan baru terkait pengurangan emisi gas karbon Australia yang termasuk tertinggi di dunia. (Associated Press)
Gillard menduduki tampuk kepemimpinan di Australia setelah Kevin Rudd mundur sebagai pemimpin Partai Buruh.
Didukung oleh jajak pendapat yang mendukung kepemimpinan pemerintahan baru, Gillard mengatakan pemerintah telah 'kehilangan arah' di bawah pendahulunya, Kevin Rudd.
"Kami akan masuk ke masa jabatan kedua dengan belajar dari pengalaman sebelumnya," kata Gillard di Gedung Parlemen Australia di Canberra, Sabtu 17 Juli 2013. "Kami akan mampu menerapkan dan melaksanakan program yang berbeda."
Jajak pendapat menunjukkan Partai Buruh akan memenangi pemilu untuk tiga tahun kedua. Namun, analis memperkirakan Partai Buruh menghadapi perlawanan ketat dari oposisi konservatif, yakni Partai Liberal pimpinan Tony Abbott.
Kedua pihak akan berupaya mempertahankan dukungan publik untuk isu-isu utama kebijakan luar negeri, termasuk pengiriman 1.550 pasukan Australia ke Afghanistan.
Abbott, yang pada Desember menjadi pemimpin Partai Liberal ketiga dalam dua tahun, telah bersumpah untuk menentang pajak.
Sementara itu, Gillard telah berusaha membendung peningkatan pencari suaka. Gillard adalah wakil Rudd yang menjadi pahlawan Partai Buruh ketika memenangi pemilu pada November 2007 setelah 11 tahun menjadi oposisi.
Meski demikian, Rudd tetap dianggap sebagai salah satu perdana menteri paling populer dalam sejarah Australia moderen hingga dia membuat serangkaian langkah politik tidak populer awal tahun ini.
Sedangkan Gillard belum lama ini mengumumkan kebijakan baru terkait pengurangan emisi gas karbon Australia yang termasuk tertinggi di dunia. (Associated Press)
